Suara.com - Bubur kacang hijau termasuk salah satu makanan khas Indonesia yang banyak penggemarnya. Terbuat dari bahan inti kacang hijau, banyak orang menjadikannya menu sarapan maupun camilan sehat.
Punya rasa yang lezat cenderung manis, campuran dari kacang hijau, gula aren, dan santan ini kerap jadi jajanan kesukaan untuk mengganjal perut lapar.
Bicara soal bubur kacang hijau, belum lama ini seorang warganet jadi sorotan lantaran usahanya membuat kacang hijau malah berakhir tak sesuai harapan.
Melalui akun Twitter @collegemenfess, warganet ini menceritakan pengalaman unik tatkala membuat sajian bubur kacang hijau.
"Kemarin mau masak bubur tapi direndam kelamaan sampe numbuh. Yang anak pertanian ini bisa di tanam di tanah gak sih?" cuitnya, seperti dikutip Guideku.com, Kamis (26/3/2020) kemarin.
Usut punya usut, karena si warganet ini terlalu lama merendam kacang hijau, biji-bijian itupun berubah menjadi kecambah. Duh!
Tak heran, sebuah tempat makan pun dipenuhi oleh kecambah yang jumlahnya banyak hingga tampak saling berhimpitan.
Melihat penampilan hasil akhir dari kacang hijau milik warganet ini, warga Twitter lain pun memberikan respon beragam di kolom komentar.
"Ingin produktif malah produksi," demikian tulis seorang warganet.
Baca Juga: Dikira Matang Sempurna, Penampakan Pancake Ini Justru Bikin Mewek
"Lu ngerendemnya berapa abad nder sampe jadi gitu?" tanya warganet yang penasaran.
"Astaga malah main harvestmoon," timpal warganet lain.
Sementara, ada juga warganet yang memberikan jawaban soal cara untuk meneruskan 'kebun' kacang hijau ini.
"Tunggu seminggu lagi, jangan lupa disiram terus nanti dipanen sebagai Microgreens. Tetap enak kok, kayak ini di gambar," jelas warganet itu.
"Ini bibitnya bibit sayuran biasa, contoh bayam dan sawi, bisa juga lobak, bunga matahari, microgreens itu sayuran biasa yang dipanen lebih cepat dari waktu normal biasanya paling lama 2 minggu," sambung warganet lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Anak Buah Prabowo Curigai Alat Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung, Netizen: Alam Saja Kena Fitnah
- 5 Menit Kota Makassar Diguyur Hujan
Pilihan
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
-
Duh! 273 Siswa dan 43 Guru di Pati Diduga Keracunan MBG
Terkini
-
25 Tahun Konflik Agraria di Jambi Tak Selesai! BAM DPR Bakal Turun dan Investigasi
-
Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?
-
Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600
-
Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan
-
Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis
-
Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah
-
5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Pencarian Diperluas di Selat Sunda
-
Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah
-
PTBA Dorong Budaya Inovasi Lewat BIGMIND Innovation Award 2026, Ubah Ide Jadi Dampak
-
AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?