Suara.com - Jangan Ditiru, 3 Ciri Orang yang Bikin Tambah Beban Saat Pandemi Covid-19.
Pandemi virus Corona atau Covid-19 yang masih berlangsung hingga kini, menimbulkan kekhawatiran semua orang. Dari pejabat negara, pengusaha, tenaga medis, ilmuwan, hingga masyarakat awam ikut mengambil perannya masing-masing.
Tapi perjuangan mereka semua akan sia-sia, jika masih banyak orang yang abai dan tidak mendengarkan imbauan seperti tidak memakai masker, tetap berkerumun, dan tidak menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan.
Motivator atau Trainer Mohamad Wirzal Azraqi mengatakan tiga ciri orang yang malah membebani pandemi virus Corona Covid-19. Ia mengungkapkan hal itu menjadikan kondisi semakin parah dan tidak berkesudahan. Berikut rangkumannya:
1. Sibuk menyalahkan orang lain
Diungkapkan para ahli, jika pandemi ini adalah masalah bersama, jadi semua harus dilakukan secara bersama-sama. Nah, sifat buruk manusia yang semakin membebani masalah ini adalah sibuk menyalahkan orang lain.
"Kalau masalahnya nggak akan selesai karena menyalahkan, so ngapain menyalahkan? Kalaupun menyalahkan orang, negara ini, dan siapapun, sehingga wabahnya sampai masuk ke daerah anda. Ketimbang habiskan energi menyalahkan, kenapa nggak cari solusi," ujar Wirzal dalam Live IG @gramediaacademy, Jumat (10/4/2020).
2. Mencari-cari alasan
Secara tegas Wirzal sampaikan jika mencari alasan adalah perilaku sampah. Menurutnya, sebaik apapun alasan kita tidak bisa berbuat apapun dalam pandemi ini, itu adalah sampah, karena hakikatnya manusia bisa melakukan apapun sesuai bidangnya masing-masing.
Baca Juga: Tujuh Fakta Perayaan Hari Paskah, Salah Satunya Makam Yesus Sesungguhnya
"Kalau selalu beralasan, tidak ada solusi sama aja bohong," celetuknya.
3. Sibuk menghindar
Biasanya ini banyak dilakukan orang saat diberi tugas, dan ada saja alasan yang dikeluarkan. Padahal bisa saja kita terima tugas itu dan berusaha lebih dulu, daripada langsung menolak tugas sebelum berusaha.
"Mengingkari, wabah begini sehat, oke nggak apa-apa saya kebal. Ia dia kebal nggao sakit tapi bisa menularkan ke orang lain. Kejadiannya wabah ini terjadi di masa kita hidup, tidak melakukan melakukan apapun di hidup kita, itu berarti nggak bisa lakukan apa-apa," terangnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
-
KPK Benarkan Lakukan OTT di Jakarta Hari Ini, Siapa Targetnya?
-
Resmi! Indonesia Masuk Daftar Kandidat Tuan Rumah Piala Asia 2031
-
Mauro Zijlstra Resmi Gabung Persija
Terkini
-
Siapa yang Pertama Lapor? Begini Awal Mula Terbongkarnya Skandal Jeffrey Epstein
-
5 Bantal Empuk Ala Hotel Versi Low Budget, Bikin Tidur Nyenyak Berkualitas
-
Cara Jeffrey Epstein Masuk ke Lingkaran Kaum Elit Dunia, Berawal dari Guru Matematika
-
Apakah Sepatu Running Bisa untuk Gym? Cek 5 Rekomendasi Sepatu Ngegym Low Budget yang Nyaman
-
Bukan Cuma Jokowi dan Sri Mulyani! Ini Daftar Nama Tokoh RI yang Disebut di Epstein Files
-
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
-
Pulau Pribadi Jeffrey Epstein Ada di Mana? Diduga Jadi 'Saksi Bisu' Skandal Elite Dunia
-
Apa Itu Garpit? 'Rokok Kuli' yang Viral Lagi Karena Nicholas Saputra hingga Ariel Tatum
-
Apa Pekerjaan Jeffrey Epstein? Punya Harta Rp9 Triliun hingga 2 Pulau Pribadi
-
24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia