Suara.com - Andai Restoran Kembali Buka, Ini Aturan yang Bisa Diterapkan
Aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB di tengah pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia memaksa banyak tempat termasuk restoran untuk tutup sementara.
Beberapa diantaranya hanya menerima pembelian pesan antar atau dibawa pulang.
Kondisi tersebut tentu membuat banyak orang rindu menghabiskan waktu makan di luar. Dan andaikata restoran kembali buka, apa yang harus dilakukan guna mencegah penyebaran virus corona penyebab sakit Covid-19?
Dilansir Suara.com dari News.com.au, berikut bebarapa hal yang bisa diterapkan para pelaku bisnis makanan.
• Terapkan jarak 1,5 meter antar meja
• Semua pelanggan harus mencatat nama dan nomor mereka di tempat makan agar dapat dihubungi jika diperlukan di lain waktu
• Terapkan jarak sosial di ruang tunggu
• Sediakan tisu/hand sanitizer untuk pelanggan saat hendak membayar di kasir
• Tidak ada sajian tambahan/condiment di atas meja
• Gunakan menu sekali pakai atau papan tulis
• Gunakan mesin pencuci piring komersial yang dapat membersihkan alat makan dan barang pecah belah pada suhu 80 derajat
• Siapkan pembersih tangan di seluruh lokasi
• Tidak ada makan di bar
Beberapa negara di Asia Timur seperti China dan Hong Kong, telah membuka kembali restoran dengan membuat aturan baru. Meski demikian, kapasitas ditekan di bawah 50 persen dan membatasi makan kelompok sampai empat orang saja.
Di Hong Kong, setiapn pemilik restoran yang tidak mematuhi aturan akan didenda sebanyak $ HK 50.000 atau sekitar Rp 97 juta lebih.
Di China, orang memiliki kode QR pribadi yang harus dipindai sebelum diizinkan masuk ke suatu tempat sebagai bagian dari sistem kode kesehatan berbasis warna.
Baca Juga: Tukang Cukur Gunakan Jas Hujan Sebagai APD
Setiap orang diharuskan memasukkan informasi pribadi mereka dan menjawab serangkaian pertanyaan, termasuk riwayat perjalanan sebelumnya. Mereka kemudian dibagi dalam kelompok warna yaitu warna hijau, oranye atau merah.
Beberapa restoran di Hong Kong dan China juga melakukan pemeriksaan suhu tubuh secara wajib bagi karyawan dan pengunjung yang memasuki dan meninggalkan restoran. Pengunjung yang demam akan ditolak masuk.
Banyak restoran di sana juga memasang penghalang akrilik sejak awal pandemi. Penghalang ini dianggap efektif menghalau orang dari satu sama lain untuk memastikan virus tidak dapat menyebar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Tips Agar Bedak Tahan Lama Tanpa Pakai Foundation, Ini Rahasia dari Makeup Artist
-
Generasi Muda Dinilai Punya Peran Strategis Dorong Kebijakan Udara Bersih: Bagaimana Caranya?
-
Kisah Klabu: Berawal dari Obrolan Dua Ibu, Kini Hidupkan Literasi di Taman Kota Jagakarsa
-
5 Zodiak Ini Diprediksi Bakal 'Mandi Uang' di Hari Minggu 21 Juni 2026
-
5 Foundation Stick 'Dupe' Dior yang Bikin Wajah Auto Mulus, Harga Mulai Rp40 Ribuan
-
5 Weton Paling Ditakuti Makhluk Halus Menurut Primbon Jawa
-
8 Hal yang Harus Dipersiapkan saat Pemadaman Listrik Bergilir
-
Hari Susu Sedunia 2026: Kebiasaan Kecil Minum Susu yang Bisa Berdampak Besar bagi Kesehatan
-
Keliling Jakarta Tanpa Takut Sinar UV, Menemukan Cerita di Setiap Sudut Kota
-
Silsilah Keluarga Roy Suryo, Keturunan Keraton Mana?