Suara.com - Perempuan Mendesah Saat Hubungan Badan, Benarkah Tanda Keenakan?
Banyak pasangan seringkali mendesah, mengerang bahkan berteriak saat tengah menikmati hubungan seksual.
Beberapa menganggap bahwa mendesah merupakan tanda kenikmatan dari hubungan seksual.
Sementara yang lainnya menyebut bahwa hal itu mampu membuat pasangan semakin terangsang.
Tapi, apa sebenarnya alasan dari orang mengeluarkan desahan saat terngah berhubungan seksual?
"Mengeluarkan suara adalah cara alami, seringkali otomatis untuk menghilangkan frustrasi yang terpendam," kata Jill McDevitt Ph.D. residen seksolog di CalExotics. Demikian seperti dilansir dari Shape.
Pada dasarnya, kadang-kadang orang mendesah karena memang menimati hubungan seksual itu.
Kemungkinan lain, bahwa mendesah merupakan cara berkomunikasi saat berhubungan seks.
"Ini sebenarnya alat komunikasi. Mendesah memungkinkan Anda untuk memandu pasangan Anda ke arah yang benar tanpa menggunakan kata-kata - ini adalah cara lain untuk mengatakan 'oh ya, lebih dari itu!'"
Baca Juga: Peneliti China Klaim Temukan Obat Covid-19, Trump Larang Warganya ke Brasil
Di sisi lain, penelitian menunjukkan bahwa kadang-kadang desahan saat berhubungan seks bukan tentang mengekspresikan kesenangan seksual sendiri, tetapi tentang memuaskan pasangan.
Sebagai contoh, sebuah studi kecil 2010 tentang pasangan heteroseksual yang diterbitkan dalam jurnal Archives of Sexual Behavior menemukan bahwa desahan wanita yang paling keras terjadi sebelum klimaks pasangan pria mereka.
Para peneliti mengatakan ini menunjukkan bahwa setidaknya beberapa wanita mengerang "palsu" untuk membantu klimaks pasangannya.
Apakah itu buruk? Dalam beberapa kasus, ya. Lebih dari dua pertiga wanita dalam penelitian ini melaporkan desahan palsu, karena mereka merasa tidak nyaman atau bosan dengan seks.
Dibanding berkomunikasi dengan pasangan mereka tentang cara seks yang lebih menyenangkan mereka mencoba membuat seks "berjalan lebih cepat."
Sementara itu, desahan palsu saat berhubungan seks tidak selalu merupakan hal yang buruk, menurut McDevitt.
"Melakukan hal-hal yang membuat pasangan Anda merasa baik dapat membuat Anda merasa baik juga," katanya.
Artinya, jika erangan palsu membawa kesenangan pasangan Anda dan itu memberi Anda kesenangan, itu tidak selalu sama dengan mengorbankan diri.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Review Buku Milenial Bisa Memimpin: Panduan Jadi Leader di Tengah Perubahan Zaman
-
Promo Khusus Member Superindo 21-27 Mei 2026: Popok Bayi hingga Skincare Jadi Murah Banget
-
Promo Superindo Terbaru, Minyak Goreng Cuma Rp20 Ribuan, Susu dan Kecap Diskon Besar
-
6 Cushion Non-Comedogenic untuk Makeup Mulus Tanpa Khawatir Wajah Breakout
-
Hair Dryer Canggih Hadir dengan Teknologi Ion dan Kolagen untuk Rambut Lebih Sehat
-
4 Ide Olahan Daging Sapi Kurban yang Tahan Lama untuk Stok Anak Kos
-
7 Destinasi Wisata Terbaik di Bengkulu yang Wajib Dikunjungi Wisatawan
-
Banyak Orang Baru Sadar, Memisahkan Uang per Kebutuhan Bikin Finansial Lebih Aman
-
Bolehkan Puasa Arafah tapi Masih Punya Utang Puasa Ramadan? Ini Penjelasannya
-
3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe