Suara.com - Seorang pria asal Inggris mengalami penis 'patah' sebanyak dua kali dalam waktu lima bulan akibat kelainan langka. Kondisi tersebut membuat pria 41 tahun ini harus menjalani operasi untuk merekonstruksi ulang penisnya.
Sebelumnya, pria itu didiagnosis mengalami kelainan genetik langka yang disebut sindrom danlos ehler (EDS). Kelainan genetik langka ini menyebabkan hipermobilitas.
Suatu hari, pria itu mengunjungi dokter setelah 10 hari mengalami cedera ketika berhubungan seksual. Ia tidak segera berkunjung ke dokter ketika mengalami cedera karena mengira masih bisa menangani kondisinya sendiri.
Pria itu lantas meminta dokter menangani dan memperbaiki kembali fraktur Mr P-nya yang patah ketika berhubungan seks 10 hari lalu.
Ahli Urologi dilansir dari Daily Mail pun menjelaskan bahwa pasien dengan EDS biasanya memiliki kelemahan ketika berhubungan seks dan membutuhkan banyak pelumas.
Tetapi, dokter yang menangani pria 41 tahun ini belum menemukan hubungan antara Mr P-nya yang patah dengan riwayat penyakit EDS.
"Berdasarkan kasus pria ini, kami menduga bahwa pria dengan EDS lebih mungkin mengalami masalah soal fraktur Mr P," hasil Laporan Kasus Urologi.
Sementara itu, tulisan tim medis dalam sebuah jurnal yang dipimpin oleh Dr Arthur Burnett menyatakan bahwa orang yang mengalami fraktur Mr P bisa jadi karena cedera ereksi maupun riwayat penyakit EDS.
Pria yang mengalami patah pada Mr P sebanyak 2 kali ini pun berhasil ditangani oleh tim medis setelah menjalani operasi.
Baca Juga: Idap kanker Payudara, Ayah Beyonce Ikut Kampanye Pentingnya Deteksi Dini
Sejak 1924, sudah tercatat sekitar 1.600 atau sekitar 16 kasus penis patah per tahunnya. Para peneliti juga mencatat bahwa 50 persen kasus penis patah, mereka mendengar adanya suara retak. Bahkan 4 dari 5 pasien mendengarnya bersamaan kehilangan ereksi.
Diketahui penyakit langka EDS ini hanya menyerang 1 dari 10 ribu orang di seluruh dunia. Gejalanya meliputi, hipermobilitas, kulit melar atau jaringan yang mudah memar. Dalam beberapa kasus, sindrom ini juga bisa mengancam jiwa.
Namun, NHS mendata bahwa masalah fraktur penis tidak termasuk dalam daftar komplikasi dari penyakit langka ini. Menurut dr. Rich Biney, seorang ahli urologi di Brimingham mengatakan bahwa EDS biasanya menyebabkan kelemahan jaringan ikat, terutama pembuluh darah.
Berita Terkait
-
Kulit Penis Kering? Kenali 5 Penyebab dan Solusinya
-
Penis Pria Paruh Baya Bengkok dan Memar Usai Berhubungan Seks, Ini Penjelasan Dokter
-
Anak Punya 'Bercak Kopi Susu' Bisa Jadi Tanda NF1, Penyakit Langka yang Perlu Diwaspadai
-
Foto Penis Pasien yang Koma, Dokter di Australia Didenda Hingga Ratusan Juta
-
Awas! Demam Kelinci Meningkat Tajam di AS, Aktivitas Luar Ruangan Berisiko
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?