Suara.com - Supermarket besar di Beijing termasuk Carrefour dan Wumart berhenti menjual salmon pada hari Sabtu setelah talenan pedagang grosir di Pasar Xinfadi Beijing mendeteksi coronavirus baru.
Hal ini memicu kekhawatiran bahwa salmon dapat terkontaminasi dengan virus yang mematikan, meskipun ahli virologi mengatakan bahwa coronavirus tidak dapat ditularkan dari ikan ke manusia.
Seperti dilansir dari Global Times, tidak ada lagi salmon yang dijual dan banyak kedai makanan laut ditutup. Pelanggan lokal tampak ragu untuk membeli salmon, daging, dan makanan laut lainnya.
Di bagian makanan laut dari cabang supermarket Hema Fresh Alibaba di distrik Chaoyang, Global Times menemukan bahwa jumlah pelanggan tampak lebih kecil dan tidak ada salmon yang terlihat dijual.
Seorang pekerja di cabang lain Hema Fresh dekat daerah Shilipu di Chaoyang mengatakan kepada bahwa salmon mereka tidak dipasok oleh pasar Xinfadi dan pelanggan masih bisa memesan ikan melalui aplikasi online mereka.
Dengan meningkatnya kekhawatiran tentang keamanan salmon, sejumlah warga Beijing baru-baru ini berpikir ulang untuk makan salmon.
"Saya baru saja makan salmon di restoran sushi," kata Fan Jingli, seorang warga Beijing.
Dia mengatakan sedang mempertimbangkan untuk melakukan tes asam nukleat untuk menyingkirkan kemungkinan tertular virus corona setelah makan salmon.
Lin Li, kepala ilmuwan dari sebuah tim yang memantau penyakit dan kontrol perairan di Provinsi Guangdong, mengatakan bahwa tidak mungkin salmon hidup terkontaminasi virus yang diberikannya hidup di lautan, begitu pula salmon beku tidak dapat menjadi sumber coronavirus baru yang hanya bisa ada dalam sel aktif.
Baca Juga: Rekor! Hampir 35 Ribu Kasus Baru Virus Corona di Brasil dalam Sehari
Mungkin bagi salmon untuk terkontaminasi oleh air yang terkontaminasi virus selama pemrosesan, transportasi atau pengemasan, kata Lin.
Coronavirus novel ditemukan pada mamalia, bukan pada ikan, menurut sebuah makalah yang diterbitkan pada Asian Fisheries Science pada bulan April.
Coronavirus novel terutama mempengaruhi saluran pernapasan bagian atas dan bawah, dan efek patologisnya terutama terkonsentrasi di paru-paru.
Kecuali untuk beberapa jenis ikan yang bernapas melalui udara, ikan tidak memiliki insang paru-paru, sehingga mereka tidak dapat terinfeksi virus, kata laporan itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
6 Shio Paling Beruntung di 28 Februari 2026, Ada Ayam hingga Babi
-
3 Cara Memakai Blush On agar Terlihat Muda dan Wajah Lebih Segar
-
THR Karyawan Swasta Kapan Cair? Begini Mekanisme dan Jadwal Pencairannya
-
3 Warna Lipstik yang Bikin Wajah Awet Muda dan Segar, Jangan Salah Pilih!
-
Tata Cara Bayar Zakat Fitrah, Berapa Besarannya?
-
Cara Tukar Uang Baru di Bank BRI untuk Lebaran 2026, Simak Syarat dan Jadwal Lengkapnya
-
Berapa Zakat Mal yang Harus Dibayar? Ini Hitung-Hitungannya
-
Manhattan Hotel Jakarta Hadirkan Sajian Berbuka Puasa dengan Promo Pay 1 Get 2
-
Cara Daftar Tukar Uang Baru Online di HP Lewat PINTAR BI, Lengkap dengan Jadwalnya!
-
6 Pelembap Wardah yang Ampuh untuk Kulit Kering dan Kusam Usia Matang