Suara.com - Pemerintah China mulai menarik ikan salmon dari rak-rak supermarket hingga platform pengiriman grosir di sejumlah kota besar selepas munculnya klaster virus corona baru di pusat grosir Beijing, Xinfandi.
Menyadur New Straits Times, Selasa (16/6), para hali kesehatan China juga telah mengimbau masyarakat sementara ini tak mengonsumsi ikan laut yang kaya akan omega-3 tersebut.
"Kami belum mengetahui apakah manusia yang menularkan virus ke ikan salmon, atau ikan salmon yang tertular virus terlebih dulu," ujar Zeng Guang, ahli senior Komisi Kesehatan Nasional China.
Untuk itu, Guang mendesak supaya warga Beijing tidak makan salmon mentah atau membeli makanan laut impor untuk saat ini.
Sementara ahli epidemiologi dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit China Wu Zunyou, mengatakan virus corona dapat bertahan hidup di permukaan makanan beku hingga tiga bulan dan pihaknya mencurigai barang-barang yang terkontaminasi merupakan sumber wabah baru.
Boikot salmon terjadi setelah ketua pasar produk pertanian Xinfandi, di mana hampir 100 kasus baru infeksi Covid-19 terdeteksi, mengatakan bawah virus berasal dari papan pemotong atau talenan yang digunakan oleh penjual salmon impor.
Melonjaknya kasus baru di klaster pusat grosir Beijing ini berujung pada penutupan 20 kompleks perumahan dan sejumlah sekolah guna menekan sebaran virus corona.
Otoritas berwenang kini tengah melakukan pengujian terhadap pedagang, pengunjung, hingga warga yang pernah berkontak dengan orang yang berasal dari Xinfandi.
Langkah China melarang konsumsi salmon ini mengancam keberlangsungan bisnis impor salmon yang bernilai 700 juta dollar AS, berpotensi memberikan pukulan keras bagi eksportir besar seperti Denmark, Norwegia, dan Australia.
Baca Juga: Pemerintah Diminta Kembalikan Kepercayaan Masyarakat soal Produk Asuransi
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Pramono Larang PKL Jualan di Trotoar, Penertiban Diminta Permanen
-
Sambut Tahun Kuda Api, Pedagang Ornamen Imlek di Glodok Raup Omzet Belasan Juta
-
Pramono Anung Larang Ormas Razia Rumah Makan Saat Ramadan, Tegaskan Jakarta Harus Damai
-
Pramono Anung Bikin Gebrakan: Bakal Ada Haul Akbar Ulama dan Pejuang Betawi di Monas
-
Gibran Dorong RUU Perampasan Aset, ICW: Jangan Sekadar Lip Service
-
Pramono Anung Borong Bandeng Raksasa 14 Kilogram di Rawa Belong
-
Kisah Ramadan Pertama Para Mualaf: Antara Adaptasi, Haru, dan War Takjil
-
Bahlil Mantap Nyaleg 2029: Wartawan Jangan Tanya Lagi, Saya Caleg!
-
Kemensos Gandeng YLKI Tindaklanjuti Aduan BPJS PBI Nonaktif, Puluhan Laporan Masuk
-
Gus Ipul Minta Wali Kota Denpasar Cabut Pernyataan soal BPJS PBI