Jeroan. (Dok: Youtube/ Fun Cooking Indonesia)
Suara.com - Saat pemotongan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha, jeroan seperti babat sapi, seringkali dilupakan dan dibuat. Padahal rasanya bisa begitu lezat saat disantap.
Tapi bagian ini memerlukan penanganan khusus sebelum disantap. Tujuannya agar tidak meninggalkan bau dan empuk saat dinikmati.
Nah, jika Anda mendapatkan jeroan babat sapi pada Idul Adha nanti, jangan langsung dibuang ya, karena kamu bisa mengolahnya jadi makanan nikmat.
Berikut adalah tips agar jeroan babat sapi tidak bau dan empuk saat dimasak, seperti dikutip dari video di YouTube Fun Cooking Indonesia.
- Cuci babat sampai benar-benar bersih dengan air mengalir, hingga bagian dalam terlihat putih bersih.
- Rendam babat yang sudah dicuci bersih dengan air dingin dari lemari es di dalam wadah sekitar 10-15 menit. Tiriskan.
- Fungsinya untuk menetralisir bau dan kotoran babat agar hilang.
- Siapkan satu genggam beras, yang sudah dicuci dulu.
- Masukkan beras kedalam panci berisi air. Fungsinya agar babat bisa empuk.
- Rebus air sampai mendidih, baru masukkan babat dan tutup pancinya.
- Rebus babat dalam keadaan panci tertutup selama 5 menit, matikan api. Diamkan selama 30 menit, rebus lagi selama 7 menit, matikan api. Jangan membuka panci sampai proses ini selesai.
- Tiriskan dan bersihkan babat dari nasi-nasi yang menempel.
- 7. Potong-potong sesuai keinginan dan babat pun siap diolah dengan berbagai masakan.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi