Silfa Humairah Utami | Amertiya Saraswati
Rabu, 29 Juli 2020 | 20:30 WIB
Ilustrasi pasangan sedang konflik atau bertengkar. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah hubungan yang sehat tentunya jauh dari aksi kekerasan, baik secara fisik maupun verbal. Sayangnya, kekerasan verbal jauh lebih sulit dideteksi dibandingkan kekerasan fisik.

Padahal, aksi kekerasan verbal juga dapat membawa dampak buruk terhadap kesehatan mental seseorang. Melansir Your Tango, 1 dari 4 remaja perempuan melaporkan jika mereka mengalami kekerasan verbal dalam hubungan asmara.

Selama ini, seseorang cenderung tidak yakin bahwa mereka adalah korban kekerasan verbal. Wajar, kekerasan verbal tidak membawa dampak fisik yang bisa terlihat jelas.

Sebelum kamu terjebak dalam hubungan tidak sehat, simak 5 tanda bahwa pasanganmu kerap melakukan kekerasan verbal berikut.

Ilustrasi pasangan bertengkar. (Shutterstock)

1. Kamu selalu berpikir sebelum berbicara dengannya

Tidak ada yang salah dengan berpikir sebelum berbicara. Namun, lain halnya jika kamu takut mengatakan hal yang salah atau takut dimarahi pasangan.

Biasanya, rasa takut ini muncul jika pasanganmu kerap memberikan nama panggilan yang merendahkan atau mengejek.

2. Kamu tidak ingat kapan terakhir kali bersenang-senang

Teman-temanmu yang lain sibuk melewatkan waktu dengan bahagia. Namun, saat ditanya, kamu tidak bisa ingat kapan terakhir kali bersenang-senang.

Sebaliknya, kamu hanya ingat momen-momen buruk seperti pertengkaran, perkelahian, atau mendengarnya berteriak padamu. Kamu juga takut bahagia karena berpotensi membuatnya marah.