Suara.com - Seiring berjalannya waktu, kecanggihan teknologi kini kian memudahkan banyak orang. Hal itu tak terkecuali halnya dengan orang-orang yang ingin memesan makanan tanpa harus keluar rumah.
Saat ini segala macam makanan tentunya dapat dengan mudah dipesan melalui aplikasi ojek online (ojol).
Tak hanya mudah, memesan makanan atau minuman melalui aplikasi ojol ini terbilang menguntungkan karena tak jarang banyak promo di dalamnya.
Namun belakangan, lagi-lagi warganet dibuat emosi dengan ulah seorang pelanggan yang membeli makanan melalui aplikasi ojol.
Bukan tanpa alasan, pasalnya pelanggan ini terlihat terlalu repot perihal makanan yang dipesannya.
Awalnya sang pelanggan tampak memesan makanan berupa mi goreng dan nasi seperti biasa. Namun tak lama kemudian, pembeli ini menuliskan chat untuk driver ojol dengan keterangan yang begitu panjang dan membingungkan.
"Yang pedas sedikit mi goreng, nasi goreng sama mi nyemek. Yang bihun TIDAK PEDAS SAMA SEKALI , TIDAK PAKAI SAYUR SAMA SEKALI ya, pak".
"Karena kemarin terakhir beli di sana, ada yang salah sama tingkat kepedasanya, tolong kali ini jangan salah lagi, sama kemarin yang bihunnya agak hambar," kurang lebih begitu tulisan dalam chat antara pelanggan dan driver ojol tersebut.
"Kalau bisa nanti jangan hambar lagi, dan jangan dibuat pedas lagi. Antar sesuai apps ya. Mentok kali, rumah kedua sebelum kali, sebelah kiri, warna hijau," tambahnya.
Baca Juga: China Temukan Virus Corona di Kemasan Seafood Beku
"Oh ya, yang nyemek kemarin pas sampai rumah sudah nggak ada sama sekali kuahnya jadi mungkin nanti tolong ditambah sedikit," pungkas si pembeli.
Cuitan sekaligus foto cuplikan percakapan antara pelanggan dan driver ojol tersebut mendadak hangat diperbincangkan usai diunggah kembali oleh akun @penjahatgunung.
Pasalnya, pelanggan ini terlalu banyak mengutarakan instruksi khusus yang tentu saja membuat orang-orang kesal melihatnya.
Tidak sedikit bahkan warganet yang gemas, dan memberikan berbagai tanggapan melalui kolom komentar unggahan foto tersebut.
"Bukannya kalau begini tinggal nunjukkin ke restonya, kalau salah ya salah restonya, emang driver yang masak?" sebut salah seorang warganet.
"Ruwet banget ya kayak layangan, ikut baca aja aku ikutan kesel lihatnya," imbuh warganet lain.
"Mending mbaknya disamperin, diboncengin ke restorannya kang, biar ngomong sendiri wkwk," timpal warganet lainnya.
Memang benar pelanggan tampaknya memesan makanan lewat aplikasi ojol dengan keterangan khusus yang begitu banyak. Jadi jangan ditiru, ya!
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien