Suara.com - Kawah Ijen jadi primadona wisata di Jawa Timur. Keindahan serta keunikan dari sumber daya alam belerangnya mampu mencuri perhatian karena masih diolah dengan cara tradisional.
Pemandangan blue fire yang hanya bisa dinikmati di momen tertentu bisa membuat pengunjungnya melongo dan terhenyak. Kamu tidak akan dibuat menyesal ketika menapaki salah satu kawah danau terbesar di dunia berdiameter 1 km yang terletak di 2.400 mdpl tersebut.
Berlokasi di Cagar Alam Taman Wisata Ijen tepatnya di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, pemandangannya bakal memukai dengan adanya dinding kaldera yang menjulang hingga 500 meter. Dari dinding tersebut para pengunjung bisa menikmati keindahan kawah yang mengepulkan asap belerang.
Kamu akan disuguhkan pemandangan keemasan saat matahari terbit dan menyinari permukaan danau. Momen inilah yang menjadi incaran banyak fotografer kondang di dunia. Tidak sedikit dari mereka pernah menginjakkan kaki di sana untuk dibuat terpesona dengan alamnya. Mereka juga mengabadikan potret para buruh tambang belerang secara tradisional yang ditemui di sepanjang perjalanan dilansir Suara.com dari Keepo.me.
Para pekerja ini harus melewati jalanan terjal dan membau belerang yang menyengat dalam kesehariannya. Mengangkut lebih dari 70 kg belerang untuk sekali jalan dengan mengenakan kain untuk menutupi hidungnya, kamu akan terdiam ketika melihat mereka bekerja di suhu dingin yang bisa saja mencapai di bawah 0 Celcius.
Untuk bisa sampai ke Kawah Ijen, kamu bisa memilih dua rute. Yakni lewat Banyuwangi ataupun Bondowoso. Jalur Banyuwangi sepanjang 38 km ini lebih terjal dan biasanya dipilih oleh para pendaki yang menuju Gunung Ijen. Tinggal menuju ke Kecamatan Licin, Jambu, dan Patulding. Setelah itu, tinggal berjalan kaki melewati jalan setapak dan tebing kaldera.
Bagi yang lebih suka dengan rute jalan yang mulus, disarankan untuk memilih jalur Bondowoso. Di perjalanan sejauh 70 km, kamu juga dimanjakan dengan pemandangan kebun kopi dan hutan pinus yang indah.
Kondisi medan relatif mulus di sepanjang Wonosari, Sempol, hingga Patulding. Sama seperti sebelumnya, kamu bisa berjalan kaki untuk melewati jalan setapak dan tebing kaldera.
Baca Juga: Bisa Buat Tujuh Belasan, Jalur Pendakian Gunung Ciremai Dibuka Kembali
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Apakah Sepeda Listrik Boleh Dicuci? Ini Caranya Supaya Tidak Tersetrum
-
7 Sepeda Push Bike Anak Kokoh selain London Taxi, Rangka Kuat Tahan Banting
-
10 Karakter Orang yang Suka Musik Jazz dan Fakta Menarik di Baliknya
-
Apakah Karyawan Kontrak Resign Sebelum Lebaran dapat THR? Ini Ketentuannya
-
Kapan THR Karyawan Swasta 2026 Cair? Intip Bocoran Tanggal dan Aturan Mainnya
-
Kronologi Irawati Puteri Eks SPG Nugget Lulus S2 Stanford Pakai Beasiswa LPDP
-
Jadwal Imsak Yogyakarta 27 Februari 2026, Cek Tips Sahur agar Kuat Puasa
-
5 Rekomendasi Parfum Wanita Aroma Elegan untuk Buka Bersama
-
Profil Irawati Puteri, Alumni LPDP Eks SPG Nugget yang 'Diburu' Netizen
-
Santa Josephine Margaret Bakhita: Mantan Budak yang Ingin Cium Tangan Penyiksanya