Suara.com - New normal memang jadi masa yang paling galau. Di satu sisi kita harus menjaga kesehatan, tapi tuntutan ekonomi juga tidak bisa dibohongi. Jalan tengahnya, wisata dan restoran kini sudah bisa dibuka kembali, namun dengan syarat menerapkan protokol kesehatan.
Protokol kesehatan di restoran bisa dibilang tidak mudah. Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Maulana Yusran, mengatakan tidak sedikit konsumen yang lebih 'galak' saat protokol kesehatan dijalankan.
"Pengunjung, misalnya, bisa bersikap keras atau galak saat diingatkan untuk mengenakan masker dengan benar," ujar Maulana dalam diskusi Voxpp Shout, Rabu (26/8/2020).
Beberapa pengunjung, kata Maulana, juga enggan untuk menerima pemerikaan kesehatan dengan thermo gun, entah termakan hoaks atau memang enggan repot, tapi hal itu diakui membuat para pemilik restoran dilema, meski restoran itu sudah mendapat Indonesia Care (I Do Care).
Padahal, penerapan protokol kesehatan ini bisa jadi cara 'menjual' restoran agar menarik didatangi pengunjung, namun dengan membuat pengunjung juga tetap merasa aman dan tidak takut untuk makan di tempat.
"Penerapan protokol kesehatan jadi faktor utama, dan kami bersama siap mendukung pemerintah dan turut aktif dalam mengkomunikasikannya kepada masyarakat, dalam hal ini konsumen. Kami yakin bahwa penerapan protokol yang baik oleh pemilik dan pengelola restoran dan rumah makan mampu menumbuhkan kepercayaan dari masyarakat dan mengangkat reputasi industri itu sendiri," ungkap Maulana.
Alih-alih menjadi beban, F&B Policy Manager Roemah Kuliner, Fregat Pattiwaelapia, menganggap protokol kesehatan sebagai ikhtiar dan berusaha agar tetap bisa bertahan di masa pandemi. Sekaligus bisa menjaga kesehatan, keselamatan karyawan, dan pengunjung.
"Seiring waktu, kami juga merasa perlu untuk terus belajar dan mengamati perkembangan yang ada. Dalam semangat yang sama, Roemah Kuliner siap mendukung dan mensinergikan serta mensosialisasikan prinsip dan nilai yang ada di protokol K4 InDOnesia CARE, khususnya untuk industri restoran," tutur Fregat.
Sementara itu Staf Ahli Menteri Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Kemenparekraf RI, Frans Teguh, menjelaskan cara restoran untuk mendapatkan label I Do Care harus memenuhi K4, yakni kebersihan, keselamatan, kesehatan dan kelestarian.
Baca Juga: Agar Aman Restoran Harus Dapat I Do Care Labeling, PKL Bagaimana?
"Jadi kita verifikasi melalui check list kalau dia sudah memenuhi standar dari Kemenkes, panduan dari handbook yang dikuatkan, saya kira selayaknya hotel dan rumah makan tersebut akan mendapatkan labeling," jelas Frans.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
Terkini
-
Cara Mandi Junub yang Benar untuk Pria, Lengkap dengan Niatnya
-
4 Skincare Anti Aging GEUT Milik Dokter Tompi, Berapa Harganya?
-
5 Shio Ini Diprediksi Bakal Kaya Raya dan Sukses Besar di Tahun Kuda Api 2026
-
Hoki! Ini 5 Zodiak yang Bakal Kaya Raya sebelum Akhir Tahun 2026
-
5 Rekomendasi Mudik Gratis Lebaran 2026: Bisa Bareng Indomaret, Bagaimana Caranya?
-
5 Alat Kesehatan untuk Cek Gula Darah dan Kolesterol di Rumah, Mulai dari Rp100 Ribuan
-
5 Sepatu On Cloud untuk Umroh, Nyaman Buat Jalan 25 Ribu Langkah per Hari
-
Cari Cushion untuk Usia 50-an? Ini 5 Pilihan untuk Samarkan Garis Halus dan Kerutan
-
Ibrahim Risyad Larang Istri Jadi IRT, Begini Hukumnya Dalam Islam
-
5 Sampo Non SLS di Bawah Rp50 Ribu, Rahasia Rambut Sehat dan Berkilau