Suara.com - Pemprov DKI Jakarta resmi melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai di pusat perbelanjaan, toko swalayan dan pasar rakyat, pada 1 Juli 2020 lalu,
Larangan itu tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan, dan Pasar Rakyat.
Direktur Kemasan Group, Wahyudi Sulistya menilai kebijakan itu tidaklah tepat, menurutnya pelarangan terhadap plastik tidak perlu terjadi.
"Pelarangan masalah plastik itu nggak perlu terjadi, kalau waste management dilaksanakan dengan baik, karena plastik itu masih punya nilai yang berkelanjutan," ujar Wahyudi dalam acara Webinar, Selasa (29/9/2020).
Menurut Wahyudi bahan plastik ia sebut sebagai sumber daya yang tidak ada habisnya, bahkan masih bisa didaur ulang dan dipakai kembali. Sehingga tidak benar jika plastik dikategorikan sebagai kemasan tidak ramah lingkungan.
"Sebenarnya plastik itu adalah jenis yang ramah lingkungan, bisa didaur ulang dan punya nilai ekonomis yang tinggi. Di sini ada beberapa jenis plastik yang sebenarnya kategori single use, bisa didaur ulang kembali," terang Wahyudi.
Plastik sendiri hingga saat ini sudah ada 7 kategori golongan, dari yang bergolongan food grade atau aman untuk makanan hingga kategori non food grade, yang digunakan untuk kemasan elektronik.
Nah, kata Wahyudi jika masyarakat, pengusaha maupun pemerintah dan pihak pengelola sampah tahu betul 7 golongan ini maka manajemen pengelolaan sampah (waste management) khusus plastik akan teratasi, bahkan menghasilkan uang yang tidak sedikit.
"Berkaitan penumpukkan sampah, jelas tidak menyelesaikan masalah, yang salah ini bukan penumpukan sampahnya, tapi karena waste management yang tidak berjalan," jelasnya.
Baca Juga: Kantong Belanja Bioplastik Bukan Solusi Ramah Lingkungan, Ini Alasannya
Padahal kata dia, pengaturan tentang pengelolaan sampah sudah tertuang dalam Undang-Undang No. 18 Tahun 2008, dan sangat jelas diterangkan jika sampah harus dilakukan pemilahan.
"Harus ada penanganan yang jelas, sehingga tidak terjadi penumpukkan di tempat membuangan akhir. Sehingga ada yang sampai keluar ke lingkungan, contohnya sampai ke sungai ke laut," jelas Wahyudi.
Mirisnya akibat manajemen sampah tidak berjalan baik, jadilah Indonesia menempati urutan kedua sebagai negara pencemar terbesar plastik di dunia ke lautan. Ikan-ikan ditemukan memakan plastik dan merusak habitat mereka, lalu menyalahkan sampah plastik.
"Harusnya bukan plastiknya disalahkan, tapi perilaku konsumen yang disalahkan, karena plastik tidak punya kaki, mana bisa jalan sendiri sampai ke laut," katanya.
"Nggak mungkin terjadi kalau tata kelola sampah baik, dilakukan sesuai regulasi yang ada," sambungnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
5 Rekomendasi Sandal Empuk untuk Kesehatan Lansia, Harga Mulai Rp20 Ribuan
-
7 Vitamin Wajib untuk Lansia, Atasi Badan Lemas Tubuh Auto Bertenaga
-
5 Rekomendasi Parfum Mobil Terbaik yang Tidak Bikin Pusing dan Mual
-
5 Rekomendasi Sepatu Safety Krisbow Terbaik untuk Kerja, Aman dan Nyaman
-
Skincare Apa Saja yang Sebaiknya Dipakai di Usia 50-an? Simak Anjuran Dokter Kulit
-
5 Sepatu Velcro Lokal Tanpa Tali, Solusi Anti Repot Buat Orang Tua
-
5 Sabun Cuci Muka Pilihan Paling Aman untuk Lansia, Ampuh Rawat Kulit Menipis
-
5 Parfum Murah Pria Tahan Lama Mirip Bleu de Chanel, Mulai Rp200 Ribuan
-
Begini Cara Warga Kertabumi Ubah Plastik Bekas Jadi Penghasilan Jutaan
-
5 Lip Balm Rp50 Ribuan untuk Lembapkan Bibir Kering dan Keriput di Usia 50 Tahun