Suara.com - Krisis akibat pandemi Covid-19 mempunyai dampak sosial ekonomi pada masyarakat karena jumlah kemiskinan bertambah akibat penurunan dan hilangnya pendapatan rumah tangga.
Hal ini tentu memiliki pengaruh pada masa depan anak-anak, khususnya di rumah tangga mismin yang paling rentan terdampak dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Melihat hal tersebut, pada Kamis (22/10/2020) lalu, perusahaan kartu kredit asal Korea Selatan, KB Kookmin Card memberikan donasi berupa 450 buah bingkisan yang dinamakan 'Nanum Box' atau yang dalam bahasa Indonesia 'Berbagi Kotak'.
General Manager KB Kookmin Card, Joohyun Hwang mengatakan, sesuai dengan namanya, donasi yang diberikan berupa kotak berisi perlengkapan sekolah dan berbagai keperluan rumah tangga yang dibutuhkan oleh anak-anak di kawasan Bantar Gebang, Jawa Barat.
Donasi yang dikirimkan oleh pengurus KB Kookmin Card dan anggota stafnya ini diharapkan dapat memberikan harapan dan keberanian kepada anak-anak yang berjuang di tengah pandemi Covid-19.
"Semoga dukungan yang diberikan ini dapat berguna untuk anak-anak Indonesia. Ke depannya kami juga akan terus mengulurkan tangan dalam memberikan bantuan yang terbaik bagi anak-anak Indonesia melalui management ESG sehingga dapat menggapai cita cita dan harapan yang diinginkan," jelas dia dalam siaran pers yang suara.com terima.
Adapaun isi dari 'Berbagi Kotak' ini di antaranya ialah berbagai barang-barang kebutuhan sehari hari, antara lain pakaian (kaos oblong, celana, hingga jumper), perlengkapan sekolah (pensil, penghapus, buku catatan, serta tas), hingga buku bahasa Inggris, berbagai jenis mainan, perlengkapan sanitasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi