Suara.com - Penelitian menunjukkan bahwa kepuasan seksual memainkan peran penting dalam sebuah hubungan yang sehat. Namun, ada sejumlah faktor yang dapat memengaruhi kualitas kehidupan seks, salah satunya adalah gairah seks. Apa jadinya jika suatu saat pasangan tak lagi memiliki gairah seks kepada Anda?
Sebelum sedih berlarut-larut, perlu diingat bahwa ini mungkin hanyalah masalah jangka pendek terkait dengan stres yang dialami pasangan Anda. Atau penyebab yang lebih umum, pasangan Anda mungkin memiliki beban pekerjaan yang banyak, deadline ketat, yang semuanya dapat membuat ia kelelahan dan tidak tertarik pada apapun selain tidur atau berbaring di depan TV.
Namun, meski penurunan gairah ini mungkin akan hilang dengan sendirinya setelah semua masalah yang melatarbelakanginya kembali stabil, ketidaktertarikan pada seks yang berkepanjangan dapat berbahaya bagi hubungan Anda. Hal ini karena penurunan gairah seks dapat menimbulkan perasaan frustrasi dan keraguan.
Dan jika penurunan gairah seksual ini menyebabkan ketegangan dalam hubungan atau merusak kepercayaan salah satu atau kedua pasangan, tindakan penyelamatan harus segera diambil. Dan pertama dan terpenting, Anda tidak boleh membuat asumsi apapun tentang kurangnya minat seksual pasangan kepada Anda, tidak peduli seberapa besar hal itu menyebabkan Anda tertekan.
Penyebab
Dilansir dari laman Verywellmind, penurunan gairah seks umum terjadi seiring bertambahnya usia. Penelitian telah menunjukkan bahwa keintiman seksual mulai menurun pada sekitar usia 45 dan berlanjut seiring bertambahnya usia.
Ada banyak faktor yang dapat berkontribusi pada penurunan gairah seks, termasuk jika Anda memiliki asumsi bahwa pasangan berselingkuh, gay, atau kehilangan minat pada Anda.
Tak kalah penting adalah Anda harus bisa membedakan antara libido rendah (hilangnya hasrat seksual), hypoactive sexual desire disorder (HSDD), dan disfungsi seksual. Masing-masing dapat memiliki penyebab fisik dan psikologis, serta cara penanganannya yang berbeda-beda. Dengan memahami perbedaannya, Anda dapat mendekati masalah secara lebih objektif dan menghindari banyak dampak emosional.
Libido Rendah
Libido rendah merupakan penurunan gairah seks yang dapat menyebabkan aktivitas seksual menurun. Ini dapat diobati jika penyebab yang mendasari dapat diidentifikasi. Penyebab libido rendah, di antaranya:
- Stres
- Depresi
- Disfungsi ereksi
- Ketidakseimbangan hormon (dipicu oleh menopause dan hipogonadisme)
- Nyeri kelamin (seperti vaginismus atau balanitis)
- Penyakit kronis
- Pengobatan
- Tingkat percaya diri yang rendah
- Masalah dalam hubungan
Hypoactive Sexual Desire Disorder
Gangguan hasrat seksual hipoaktif (HSDD) didefinisikan sebagai tidak adanya fantasi seksual dan keinginan untuk melakukan aktivitas seksual. Ini adalah jenis disfungsi seksual yang paling umum di antara wanita, mempengaruhi 8,9% wanita berusia antara 18 dan 44 tahun, 12,3% antara usia 45 dan 64, dan 7,4% di atas usia 65,8 tahun
Baca Juga: Studi: Women on Top Jadi Posisi Seks Paling Berbahaya, Terutama Bagi Pria
Penelitian menunjukkan bahwa HSDD dikaitkan dengan sejumlah hasil negatif termasuk kualitas hidup terkait kesehatan yang lebih buruk, emosi negatif yang lebih sering, kebahagiaan yang lebih rendah, dan kepuasan yang kurang dengan pasangan.
Terlepas dari dampak negatif dari kondisi tersebut, kondisi ini kurang terdiagnosis dan ditangani. Kurang dari 50% orang yang mengalami masalah seksual mencari bantuan dari dokter mereka, seringkali karena merasa malu atau tidak nyaman memulai diskusi tentang gangguan seksual yang mereka alami.
Disfungsi Seksual
Disfungsi seksual melibatkan masalah apapun yang terjadi pada titik manapun, yang membuat Anda atau pasangan tidak memiliki pengalaman seksual yang memuaskan. Ini dapat mencakup masalah dengan hasrat, gairah, orgasme, atau rasa sakit.
Jenis disfungsi seksual pada pria antara lain disfungsi ereksi, ejakulasi tertunda, dan ejakulasi dini. Pada wanita, jenis disfungsi seksual dapat berupa lubrikasi yang tidak memadai selama hubungan seksual, serta ketidakmampuan untuk mengendurkan otot-otot vagina yang memungkinkan hubungan seksual.
Apa yang harus dilakukan?
Berusahalah untuk membicarakan masalah ini tanpa ada kesan menyalahkan pasangan. Meskipun penting untuk berbagi kekhawatiran, lakukan itu dalam konteks mengkhawatirkan hubungan daripada menegaskan bagaimana "kamu" menyebabkan "saya" khawatir.
Jika pasangan Anda tidak tahu apa yang menyebabkan masalah penurunan gairah seksualnya, tetapi mengakui keberadaannya, sarankan ia untuk melakukan pemeriksaan fisik dengan dokter.
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
Pilihan
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
Terkini
-
5 Bedak Tabur Emina Ampuh Kontrol Minyak Berlebih, Cocok untuk Kulit Berminyak
-
6 Lipstik Transferproof untuk Bibir Hitam yang Warnanya Elegan dan Anti Pudar
-
Cara Membuat SKCK Online, Simak Syarat dan Biayanya
-
Wajib Coba! Express Carnival: Arcade Klasik Penuh Hadiah yang Bikin Nagih
-
Siapa Suami Clara Shinta yang Lagi Viral? Pekerjaannya Gak Kaleng-Kaleng
-
4 Bedak Tabur Viva untuk Kontrol Minyak Berlebih, Mulai dari Rp3 Ribuan Saja
-
Niat Puasa Syawal dan Senin Kamis, Apakah Boleh Menggabungkan Keduanya?
-
5 Parfum Aroma Buah Segar yang Ringan dan Nggak Bikin Pusing
-
5 Cushion Paling Laris di Shopee, Laku Ribuan Per Bulan Harga Cuma Rp100 Ribuan
-
Pertamina Dapat Lampu Hijau, Ini Daftar Kapal Tanker yang Diizinkan Iran Lewati Selat Hormuz