Suara.com - Pandemi Covid-19 membuat semua orang terpaksa harus menghabiskan waktu lebih banyak di rumah, termasuk untuk bekerja atau sekolah. Bagi para ibu pekerja, pandemi memberi beban ganda. Tak hanya harus mengerjakan pekerjaan kantor di rumah, mereka juga sekaligus menjadi guru pendamping anak-anak melakukan pembelajaran jarak jauh atau PJJ. Seolah masih kurang sibuk, mereka juga bertanggung jawab pada urusan dapur. Tak heran, parental burnout akhirnya menjadi masalah baru yang dialami para ibu pekerja di masa pandemi.
Parental burnout bisa diartikan sebagai kelelahan luar biasa yang dialami orangtua. Lelah ini meliputi fisik, mental, dan emosional.
Pemicunya adalah beban kerja yang semakin bertambah, plus kenyataan bahwa apa yang diharapkan tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi.
Salah seorang yang mengalaminya adalah Azizah Ramadhani, seorang ibu sekaligus Kepala Sekolah Siswa Inklusi. Di masa pandemi, ia tetap harus bekerja sambil menemani kedua anaknya yang menjalani proses belajar di rumah. Ia mengaku dirinya kesulitan untuk membagi waktu selama masa pandemi.
“Bagi saya, pandemi ini bukan senang, tapi malah kaya menambah beban stres. Karena ada tuntutan pekerjaan dari kantor dan pekerjaan di rumah secara sekaligus,” ujar Azizah saat diwawancarai Suara.com, belum lama ini.
Menurutnya, ini menjadi tantangan terberat baginya, karena ia kini memiliki peran berlipat ganda selama pandemi, karena selain menjalankan tugas sebagai kepala sekolah, ia juga harus mendampingi anak-anak sekolah daring, serta mengurus kebutuhan anak dan suami di rumah.
“Makanya kadang saya juga meminta bantuan ke suami untuk saling berbagi waktu dalam mendampingi anak saat melakukan sekolah daring selama pandemi. Misalnya, kakaknya ditemani bapaknya, lalu saya temanin adiknya,” jelas dia.
Sementara itu, Nurur Rahmah yang berprofesi sebagai pengajar di salah satu sekolah swasta juga mengakui bahwa tantangan orangtua selama pandemi ini memang soal berbagi waktu karena jam kerja dan jam sekolah itu bersamaan.
"Jadi bagaimana di sini kita harus membagi waktu di sela-sela jam kerja untuk mendampingi anak belajar online. Dan, sebisa mungkin juga pastikan sering berkomunikasi dengan suami perihal pembagian waktu dalam mendampingi anak," katanya.
Baca Juga: Parental Burnout, Ketika Orangtua Lelah Fisik dan Mental
Dia juga tak memungkiri aktivitas saat masa pandemi selama di rumah, bukannya semakin santai malah sebaliknya, lelah luar biasa. Namun ia memiliki trik, jika merasa sudah jenuh, dirinya akan mencoba untuk melakukan kegiatan positif seperti memasak.
Ibu satu anak itu juga mengingatkan agar ibu yang mengalami parental burnout selama pandemi harus tetap semangat dan tetap bersabar dalam menjalankan perannya. Lalu, tetap patuhi protokol kesehatan yang sudah ditentukan untuk menjaga kesehatan keluarga.
Lain lagi dengan seorang ibu sekaligus karyawan swasta bernama Giska Divakaruni. Ia berpendapat bahwa masalah membagi waktu merupakan tantangan sebagai seorang ibu juga sebagai pekerja untuk menafkahi keluarganya. Belum lagi ditambah tugas harus melayani sang suami.
"Jadi bagi waktunya sebisa mungkin semua dikerjakan pada jamnya. Misalnya kaya waktu jam sekolah ya sekolah, melayani suami ya waktunya melayani suami. Bukan malah mengerjakan pekerjaan yang lain," beber dia.
Jika dibilang lelah, itu ya pasti lelah, karena otak akan bekerja lebih banyak lagi. Yang biasanya cuma mengurus kerjaan dan rumah saja, kini masih ditambah lagi mendampingi anak belajar online.
Kendati begitu, untuk mengatasinya agar terhindar dari stres atau parental burnout ini, ia mengaku sering melakukan istirahat, lalu sering konsumsi makanan sehat dan melakukan olahraga. Ditambah, ia memastikan dirinya selalu berpikir positif dan tetap enjoy dalam menjalani hidup.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Komunikasi Instan Tanpa Bergantung Internet, Ini Alasan Radio Profesional Masih Dibutuhkan
-
Apa Sunblock yang Bagus? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
-
4 Sunscreen yang Tidak Mengandung Alkohol dan Parfum untuk Meminimalkan Risiko Iritasi
-
4 Pensil Alis Waterproof yang Bagus dan Tahan Lama, Hasil Natural Sepanjang Hari
-
7 Sepatu Lari Diskon di Foot Locker, Potongan Harga hingga 30 Persen
-
Ramalan Zodiak Juli 2026 Lengkap, Siapa yang Paling Beruntung Bulan Ini?
-
Penyandang Diabetes Indonesia Tembus 20,4 Juta, Terapi DM Tipe 2 Bertambah
-
Apa Zodiak Tahta Tertinggi? Bintang Ini Juaranya
-
5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
-
Merek Sepatu Lari Lokal yang Bagus Apa? Ini 5 Rekomendasi Seri Terlarisnya sesuai Review Pembeli