Suara.com - Faktor jenis kelamin turut mempengaruhi kelancaran dalam menjalankan bisnis. Hambatan paling nyata adalah mengenai mencari jaringan bisnis dan keterampilan pemasaran. Temuan Google Indonesia, wirausaha perempuan lebih sering menghadapi tantangan tersebut.
"Perempuan yang saat ini sudah berwirausaha menyatakan hambatan mereka adalah kurangnya jaringan bisnis dan keterampilan pemasaran. Sedangkan mereka yang baru ingin memulai (bisnis) menyebutkan kurangnya rasa percaya diri, ketakutan akan kegagalan, dan kurangnya pemahaman tentang cara memulai sebagai tantangan terbesar," kata PMM Brand and Reputation Google Indonesia Dora Songco dalam virtual media briefing, Kamis (26/11/2020).
Dora menambahkan, sekitar 59 persen wirausaha perempuan saat ini mengatakan bahwa akses ke kelompok sosial yang suportif perlu diperbaiki. Hambatan itu ditambah dengan adanya ketimpangan stigma mengenai tanggung jawab dalam rumah tangga.
Survei Google Indonesia terhadap 990 perempuan dan 510 laki-laki itu ditemukan bahwa 67 persen perempuan menyatakan mereka memikul tanggung jawab utama. Sementara hanya ada 24 persen laki-laki yang mengatakan pekerjaan rumah tangga adalah juga tanggung jawab kaum adam.
"Perempuan menghabiskan 3,1 jam per hari untuk melakukan pekerjaan rumah tangga. Dibandingkan 2,5 jam untuk laki-laki. Dengan kata lain, ada selisih sebesar 24 persen," paparnya.
Meski demikian, wirausaha perempuan juga menyadari untuk mengembangkan keterampilannya dalam menjalankan bisnis. Survei Google Indonesia menyebutkan bahwa 83 persen perempuan menyatakan bersedia mengikuti kelas pelatihan online.
Menurut Direktur Marketing Google Indonesia Veronica Utami, melalui kelas pelatihan itu bisa menciptakan jejaring perempuan dengan orang-orang lain yang sepemikiran sehingga bantu mengurangi kebingungan mengenai cara memulai bisnis sendiri.
“Kita harus memanfaatkan minat perempuan untuk belajar online dan membuka lebih banyak kesempatan berjejaring online," ujar Veronica.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi