Suara.com - Ada yang bilang Yogyakarta terbuat dari rindu, kenangan dan angkringan. Namun seiring berjalannya waktu, nampaknya hal tersebut sudah mulai termodifikasi.
Kini kedai kopi pun bisa menjadi salah satu ciri khas dari Yogyakarta. Keberadaan kedai kopi kian menjamur, mulai dari yang berkonsep kekinian hingga alam.
Salah satu kedai kopi yang sayang untuk dilewatkan adalah Kopi Klotok Menoreh. Kedai kopi ini terasa sangat spesial karena menyajikan pemandangan yang bukan main indahnya.
Lokasi Kedai Kopi Menoreh
Lokasinya memang cukup jauh dari jantung Kota Yogyakarta. Namun, perjalanan panjang dari Kota Yogyakarta ke Kopi Klotok Menoreh akan terbayar lunas ketika melihat pemandangan yang menawan.
Eko B. Supriyanto, pemilik dari Kopi klotok Menoreh juga merupakan seorang jurnalis senior memilih tempat ini sebagai lokasi yang pas. Berlokasi di Jalan Raya Kaligesing, Kulon Progo, kedai kopi ini dikelilingi dengan pemandangan Bukit Menoreh yang menakjubkan.
Sejauh mata memandang, kamu bisa melihat hamparan sawah nan hijau. Latarnya tak kalah memanjakan mata, yakni Bukit Menoreh yang berdiri kokoh menyapa para penggila kopi.
Perbukitan Menoreh tentu menjadi poin utama dari tempat ini. Pemandangan yang indah sukses membuat segar mata para pengunjungnya.
Jauh memang dari pusat kota. Tapi, Eko B. Supriyanto memiliki alasan tersendiri. Menurut dia, Kulon Progo akan menjadi destinasi wisata utama Yogyakarta bagi pengunjung lokal maupun luar negeri. Begitu ramalannya.
Baca Juga: Sarapan di Kopi Klotok Bareng Juniornya, Mahfud MD Disindir Langgar Prokes
Di tempat ini, pemandangan matahari terbit maupun matahari terbenam dapat disaksikan. Keindahan langit jingga bersama perbukitan Menoreh yang hijau akan sangat sempurna untuk menyesap secangkir kopi kan?
Selain perbukitan hijau, hamparan sawah yang luas pun tersedia di sini. Kopi Klotok Menoreh menjadi tempat yang pas untuk melepas penat dari hiruk pikuk perkotaan.
Penerapan protokol kesehatan di Kopi Klotok Menoreh
Sesampainya di Kopi klotok Menoreh, pengunjung diwajibkan mengukur suhu tubuh terlebih dulu. Tentu saja bila pengunjung memiliki suhu tubuh yang tinggi akan dilarang masuk ke tempat ini.
Selain itu pengunjung diwajibkan mencuci tangan serta memakai masker. Keamanan dan kenyamanan pengunjung jadi kunci utama bagi Kopi klotok Menoreh. Ia menegaskan, meskipun kapasitas menjadi tidak maksimal, ia tak masalah.
"Di sini tidak boleh uyel-uyelan. Kalau kapasitas sudah tercukupi ya sudah, kami tak terima pengunjung lagi," ungkap Eko B. Supriyanto kepada tim Suara.com, Selasa (29/12/2020).
Hal ini dibuktikan dengan meja dan kursi yang diberikan berjarak antar pengunjung. Sejumlah kursi pun diberi tanda silang agar pengunjung tetap menjaga jarak aman.
Menu yang tersedia di Kopi Klotok Menoreh
Tak hanya sebatas kopi, berbagai menu makanan pun disajikan di Kopi Klotok Menoreh. Tersedia jamu, makanan prasmanan, teh, susu, soda, jamu, olahan ayam, dan lainnya.
Kopi yang disediakan pun cukup beragam. Tersedia banyak jenis kopi dari Aceh hingga Papua yang bisa dinikmati pengunjung.
Menu andalan dari Kopi Klotok Menoreh adalah jajanan khas Kulon Progo yaitu geblek yang dihidangkan bersama sambal kecap. Ada pula pisang lanang, serta jajanan tradisional lainnya.
Sedangkan untuk minuman yang patut di coba saat berkunjung ke tempat ini adalah kopi durian, wedang pelangi, serta jamu kunyit asam. Ketiga minuman tersebut memiliki cita rasa spesial yang belum tentu dapat ditemukan di tempat lain.
Soal harga? Tenang, minuman dan makanan di Kopi Klotok Menoreh dibanderol dengan harga mulai dari Rp 5 ribu saja. Cukup terjangkau, kan?
Fasilitas yang tersedia
Tak hanya sekedar menyajikan makanan dan pemandangan. Banyak hal yang bisa dilakukan oleh pengunjung di Kopi Klotok Menoreh. Pengunjung bisa melakukan kegiatan lain seperti bersepeda bahkan hiking.
Di sini juga dilengkapi dengan mushola serta kamar mandi yang bersih. Tentu hal ini akan menambah kenyamanan bagi para pengunjung.
Pelayanan yang ramah serta sigap juga menjadi nilai plus bagi restoran yang baru seumur jagung ini.
Tak terikat dengan kedai kopi klotok manapun
Meskipun banyak kedai kopi yang memiliki nama serupa, nyatanya Kopi Klotok Menoreh tak terikat dengan restoran lain. Pemilihan nama ini didasari salah satu metode penyeduhan yang disebut klotok.
Sedangkan Menoreh diambil dari nama perbukitan yang ada di sekitar lokasi kedai kopi ini. Sehingga tempat ini memang tak ada hubungan apapun dengan restoran lainnya.
Dibilang gila saat buka usaha kuliner saat pandemi
Kopi Klotok Menoreh memang masih seumur jagung. Namun tempat ini sudah tak perlu diragukan lagi.
Membuka usaha di masa pandemi tentu saja bukan hanya sekedar hal yang tak biasa, Banyak orang yang mengatakan Eko terlalu nekat bahkan gila karena berani membuka usaha di tengah pandemi Covid-19.
"Banyak yang bilang saya gila waktu membuka usaha ini di tengah pandemi. Namun, tentu saya tetap optimis dengan Kopi klotok Menoreh ini," ungkap Eko B. Supriyanto.
Benar saja, meskipun pandemi Covid-19 belum mereda antusias pengunjung terhadap tempat ini masih tinggi. Hal ini terlihat dari ramainya pengunjung yang datang meskipun bukan di akhir pekan.
Tempat ini juga mempekerjakan warga yang berdomisili di Kulon Progo sehingga membantu perekonomian masyarakat sekitar di tengah pandemi.
Pesan untuk anak muda yang hendak berbisnis
Salah satu kunci untuk dapat bertahan di dunia bisnis khususnya kuliner adalah ketekunan. Menurut Eko, para anak muda harus belajar tekun dan tidak patah semangat dalam membangun usaha.
"Kalau gagal sekali ya jangan nyerah. Coba lagi, evaluasi. Apa sih yang buat gagal? Makanannya kah? Pelayanannya kah? Itu dicari jawabannya kemudian kembali membuat usaha yang lebih baik," ungkap Eko.
Ia juga menambahkan, anak muda saat ini terlahir di era yang serba mudah. Kemudahan inilah yang seharusnya menjadi pemicu agar lebih semangat lagi dalam membangun usaha.
"Intinya jangan mudah menyerah," ujar Eko B. Supriyanto menutup wawancara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
Terkini
-
Link Daftar Iktikaf di Masjid Istiqlal Sudah Dibuka, Kuota Terbatas Cuma 400 Orang
-
Mengenal Tokoh Umma di Nussa Rara, Ternyata Terinspirasi Selingkuhan sang Founder?
-
Siapa Pemilik Mirae Asset? Diduga Untung Triliunan Usai Goreng Saham BEBS
-
Bacaan Doa Allahumma Innaka Afuwwun di Malam Lailatul Qadar dan Maknanya
-
Fadia Arafiq Lulusan Apa? Bupati Pekalongan Terjerat Korupsi, Ngaku Tak Paham Birokrasi
-
Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu di Solo, Bisa buat Bagi-bagi THR Lebaran
-
Bolehkah Wanita Haid Itikaf di Masjid? Ini 6 Amalan Pengganti untuk Raih Lailatul Qadar
-
Tak Paham Birokrasi Gegara Berlatar Penyanyi, Begini Gaya Mewah Fadia Arafiq Sebelum Kena OTT
-
Idul Fitri 2026 Berapa Hijriah? Ini Prediksi 1 Syawal dan Libur Lebaran
-
Dear Fadia Arafiq, Ini 9 Prinsip Good Governance yang Penting Dipahami Kepala Daerah