Lifestyle / Komunitas
Kamis, 07 Januari 2021 | 13:24 WIB
Ilustrasi kucing dan ikan (Elements Envato)

4. Banteng benci warna merah
Banteng benci warna merah sangat populer di masyarakat. Keyakinan ini berasal dari pertunjukkan adu banteng yang diselenggarakan di Spanyol. Faktanya yang menyebabkan banteng marah terhadap warna merah itu adalah karena gerakan yang kain yang tiba-tiba. Penelitian menunjukkan banteng merupakah hewan yang buta warna sehingga tidak dapat membedakan satu sama lain.

5. Kutu rambut

Ilustrasi kutu. (Shutterstock)

Sering dikatakan rambut yang kotor akan mengundang kutu untuk hinggap di dalamnya. Selain itu, dikatakan juga kutu menyukai rambut yang bersih karena membuatnya nyaman sehingga mudah bergerak. Padahal, kedua asumsi tersebut tidak benar. Kutu akan menyukai rambut, tidak peduli bersih atau tidaknya.

6. Bayi burung
Berdasarkan mitos yang beredar, menyentuh bayi burung akan membuat induknya meninggalkannya. Hal ini karena diyakini burung dapat mencium bau manusia.

Faktanya, burung memiliki indra penciuman yang buruk. Oleh karena itu, ia tidak akan meninggalkan anaknya. Gangguan manusia di dekat lokasi bersarang jauh lebih mungkin berkontribusi pada induk burung yang menelantarkan anak-anaknya, tetapi tidak meninggalkannya.

7. Daddy Longlegs adalah laba-laba paling berbisa
Daddy longlegs adalah jenis laba-laba yang sering dikatakan paling berbisa. Padahal hewan ini tidak memiliki kelenjar racun dan bahkan bukan laba-laba, tetapi termasuk ke dalam jenis arakhnida lain. Tidak seperti laba-laba, daddy longlegs tidak menghasilkan sutra, tidak memiliki taring, dan memiliki satu bagian tubuh utama, bukan dua.

8. Kelelawar buta

Ilustrasi  Kelelawar. [B.D. Patterson, Field Museum/Eurekalert]

Banyak info mengatakan jika keleawar adalah hewan yang buta. Walaupun faktanya memiliki pengelihatan yang buruk, kekelawar masih bisa melihat. Dikatakan juga beberapa kelelawar dapat memiliki pengelihatan sebaik manusia.

9. Punuk unta
Saat belajar mengenai punuk unta, sering dikatakan itu adalah air. Namun, punuk unta sebenarnya menyimpan jaringan lemak. Hal ini yang memungkinkan unta bertahan hidup di bawah terik matahari di gurun tanpa makan. (Penulis: Fajar Ramadhan)

Baca Juga: Fakta Tentang Pelangi, Benarkah Hanya Muncul Setelah Hujan?

Load More