Suara.com - Aksi seorang Warga Negara Asing (WNA) wanita yang mempromosikan untuk tinggal di Bali tengah menjadi sorotan publik. WNA itu mengajak orang lain pindah ke Bali meski melanggar protokol kesehatan.
Hal tersebut dicuitkan lewat akun Twitter @kristentootie dan viral. Di sana, wanita bernama Kristen Gray tersebut membagikan pengalaman hidupnya di Bali.
Kristen dan pacar perempuannya, Saundra sudah hampir setahun menetap di Bali. Awalnya, mereka hanya berencana menetap 6 bulan tapi diperpanjang karena pandemi.
Tidak hanya itu, Kristen Gray menjadi sensasi karena menjual buku digital berjudul 'Out Bali Life is Yours'. Buku seharga Rp 400 ribu itu menyebutkan cara pindah ke Bali di tengah pandemi.
Tak hanya isi cuitan dan buku, salah satu video yang diunggah keduanya di kanal Youtube 'Love Saundra' juga ramai dikomentari. Video itu berisi kisah keduanya sebelum pindah.
Dalam video berdurasi 7 menit itu, Kristen dan Saundra mengungkap cara mereka pindah ke Bali. Awalnya, Saundra lebih dulu memiliki rencana pindah.
Menurut Saundra, ia bekerja sebagai teknisi keamanan di industri gas dan minyak secara kontrak. Dengan begitu, ia bisa menyimpan banyak uang dalam waktu singkat.
Tujuan Saundra adalah menabung USD 10.000 atau sekitar Rp 141 juta untuk pindah ke Bali. Setelah itu, ia memesan tiket perjalanan satu arah dan mengajak Kristen.
Di sisi lain, Kristen Gray mengaku bahwa awalnya ia tidak siap pindah ke Bali karena masih punya apartemen dan mobil di Los Angeles. Namun, akhirnya ia memutuskan menyerahkan dan menjual barang-barang tersebut.
Baca Juga: Viral Bule Bikin Tutorial Masuk Bali di Tengah Pandemi, Warganet Prihatin
"Aku menjual semua barangku. Aku memberikan mobilku ke ayah dan saudaraku. Aku menjual barang seperti tempat tidur, lemari, dan furnitur lewat aplikasi," jelas Kristen Gray.
Tidak hanya furnitur, Kristen dan Saundra juga menjual beberapa sepatu baru yang belum terpakai. Dari sana, pasangan bule ini berhasil mengumpulkan USD 700 atau Rp 9,8 juta.
Bahkan, Saundra mengklaim jika uang dari penjualan sepatu saja cukup bagi seseorang untuk membeli tiket dan pindah ke negara lain.
Kini, Kristen Gray mengaku bekerja sebagai desainer grafis di Bali. Selain itu, keduanya juga mempromosikan buku digital mereka lewat video.
Tidak hanya itu, Kristen dan Saundra juga menyebut bahwa mereka ingin membuat seri video seputar kehidupan di Bali.
Meski begitu, cuitan dan isi buku Kristen Gray kini banjir kritikan dan membuat publik geram. Pasalnya, selain mempromosikan untuk melanggar protokol kesehatan, mereka juga membagikan cara masuk ke Bali di tengah pandemi, memperpanjang visa, hingga menghindari pajak.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
Pilihan
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
Terkini
-
5 Bedak Waterproof yang Tahan Keringat untuk Usia 55 Tahun, Wajah Jadi Lebih Muda
-
Ramalan Keuangan Zodiak 26 Januari 2026: 4 Zodiak Dapat Bonus Besar di Tanggal Tua
-
7 Rekomendasi Sunscreen SPF 50 untuk Usia 55 Tahun Ke Atas
-
5 Sunscreen Lokal untuk Cegah Garis Halus dan Kerutan Usia 45 Tahun
-
Prinsip Kunci Manajemen Risiko Berbasis Volatilitas untuk Perdagangan Forex Efektif
-
Day Cream atau Sunscreen Dulu? Ini Urutan Skincare dan Rekomendasinya
-
5 Sunscreen Non Comedogenic untuk Flek Hitam Usia 45 Tahun ke Atas
-
Ini 7 Bahaya Menghirup Gas Nitrous Oxide Tabung Whip Pink yang Viral
-
12 Ramalan Shio Terbaru 25 Januari 2026 Tentang Keuangan, Cinta, dan Sial
-
Ruang Bermain yang Bisa Bergerak di Tengah Kota