Suara.com - Seorang YouTuber Korea Selatan dengan kanal Hamzy mengungkapkan telah dipecat dari agensinya di China pada Senin (18/1). Hal ini lantaran dirinya menyebut kimchi dan ssam sebagai makanan dari Korea Selatan.
Pada 15 Januari, Hamzy mengunggah sebuah video mukbang bibimbab dengan gurita pedas, kimchi dan telur. Rupanya video ini memancing perdebatan sengit warganet Korea dan juga China.
Melansir dari AllKpop, YouTuber dengan lebih dari 5 juta subscriber ini menekan tombol 'like' pada komentar salah satu warganet. 'Like' inilah yang rupanya memicu perdebatan sengit antar warganet.
Komentar yang mendapat 'like' dari Hamzy berbunyi, "Benar-benar mengecewakan karena akhir-akhir ini China mengatakan bahwa Ssam adalah milik mereka juga."
Ssam memiliki arti membungkus yang mengacu pada daging yang dibungkus dengan sayuran. Ssam juga biasa dimakan bersama dengan kimchi yang merupakan sayuran yang telah difermentasi.
Kontroversi memuncak saat komentar tersebut salah diterjemahkan menjadi fitnah. Sejumlah warganet mempermasalahkan Hamzy di jejaring sosial Weibo dan menyebut wanita itu menghina orang-orang China.
Komentar jahat pun kemudian memenuhi video yang diunggah Hamzy. Agensi yang menangani promosi Hamzy di China meminta maaf dan memutus kontrak dengan Hamzy pada Minggu (17/1/2021).
Meski demikian, komentar jahat tetap bermunculan. Akhirnya, pada kanal YouTube-nya wanita ini menyampaikan permintaan maaf.
"Alasan mengapa orang China merasa dikhianati dan marah kepada saya adalah kesalahpahaman. Saya rasa benar bahwa saya harus meminta maaf," ungkap Hamzy.
Baca Juga: Profil Fiki Naki, YouTuber Ome TV Siap Nikahi Gadis Kazakhstan
Meski demikian, Hamzy juga menyatakan pendapatnya tentang kimchi dan ssam merupakan makanan Korea tidak akan berubah.
Ia juga menegaskan tak ingin berpromosi di China bila harus mengatakan kimchi berasal dari negara itu. "Jika saya harus mengatakan bahwa Kimchi adalah makanan Chinayang secara aktif dipromosikan di China, maka saya memilih untuk tidak berpromosi sama sekali di China" ujarnya.
Hamzy juga berharap warganet China dapat memahami kesalahpahaman dan keputusan dari dirinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Berapa Harga Jam Tangan Alexandre Christie Wanita Paling Murah? Cek 5 Rekomendasinya
-
Ditunjuk Prabowo Jadi Jampidsus, Kuntadi Langsung Ditarget Bereskan Kasus Febrie
-
Kabar Baik untuk Emiten Batu Bara, PNBP Minerba Sudah Tembus 60% dari Target
-
Kredit Nganggur Masih Numpuk di Bank
-
Dua Perusahaan Tekstil di Jateng Berpotensi PHK Hampir 1.500 Buruh
-
Ancam Buka Paksa Keraton Solo, Kubu PB XIV Purboyo Meradang: Kenapa Harus Pakai Kekerasan?
-
Buku Kisah-Kisah Nyesek saat KKN: Dari Lele Kuning hingga Begal Kampung
-
Tinggalkan Kerja di Luar Negeri, Eks PMI Justru Cuan dari Makanan Sehat
-
Honda NS150LA Menantang Dominasi Skutik Retro Andalkan Rangka Tubular dan Fitur Kamera Bawaan
-
Perempuan Berkebutuhan Khusus Tewas Terpanggang saat Rumahnya Terbakar