Suara.com - Tanggal 18 Maret setiap tahunnya selalu diperingati sebagai Hari Arsitektur Nasional. Diperingati untuk menghargai para arsitektur yang membangun tempat naungan yang indah dan memanjakan mata.
Tahu nggak sih, di balik bangunan bersejarah Indonesia ada sosok arsitek yang berjasa dengan mahakaryanya. Berikut 6 arsitek Indonesia yang bertalenta dengan karyanya yang patut diacungi jempol, berdasarkan siaran pers Ruangguru, Kamis (18/3/2021).
1. Andra Matin
Dikenal karena ciri khas karyanya yang memiliki struktur geometris dan minimalis, arsitek dengan nama lengkap Isandra Matin Ahmad ini merupakan salah satu arsitek asal Indonesia dengan jajaran prestasi yang membanggakan.
Hasil karya-karyanya meliputi Potato Head Bali, Monumen Soekarno Taman Rendo di NTT, hingga Bandara Blimbingsari di Banyuwangi.
Berkat mahakaryanya yang sangat inspiratif, Andra Matin mendapatkan penghargaan IAI Award pada tahun 1999, 2002, 2006, dan dinobatkan sebagai salah satu dari 101 arsitek yang paling berkiprah pada tahun 2007 oleh Wallpaper Architecture Directory.
2. Daliana Suryawinata
Arsitek perempuan asal Indonesia ini mengawali karirnya sebagai arsitek di Indonesia sebelum akhirnya melanjutkan pendidikan di Belanda dan mendirikan konsultan arsitektur bernama Suryawinata Heinzelmann Architecture and Urbanism (SHAU) bersama suaminya di Belanda.
Perempuan yang biasa dipanggil Dana ini menjadi satu-satunya arsitek perempuan Indonesia yang masuk ke dalam daftar “100 Women to Watch in Architecture” pada penghargaan Architizer A+ Awards
Baca Juga: Anak TikTok Pamer Begadang Paling Lama, Mahasiswa Teknik Beri Balasan Telak
Walaupun telah sukses berkarir di negeri kincir angin, Daliana tidak lupa dengan tanah air dan memilih pulang ke Indonesia untuk mewujudkan mimpinya menjadikan Jakarta menjadi kota yang lebih layak huni.
Salah satu konsep arsitektur urban yang Daliana canangkan di Jakarta adalah Kampung Vertikal di Muara Angke untuk mengantisipasi banjir yang sering melanda kawasan tersebut.
3. Friedrich Silaban
Tahukah kamu jika bangunan-bangunan terkenal di Indonesia seperti Monumen Nasional, Masjid Istiqlal, dan Gelora Bung Karno didesain oleh arsitek yang sama? Ya, Friedrich Silaban merupakan sosok dibalik bangunan-bangunan megah nan historis tersebut.
Beliau merupakan arsitek asal Sumatera Utara yang karya-karyanya menghiasi Jakarta sejak masa awal kemerdekaan Indonesia.
Berkat jasanya di bidang arsitektur Indonesia, Friedrich memperoleh tanda kehormatan Satya Lencana Pembangunan yang diberikan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1962.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung