Suara.com - Pengertian literasi tidak hanya sekadar kemampuan membaca dan menulis. Literasi juga bisa diartikan sebagai kemampuan memahami dan berpikir kritis. Dalam menjawab tantangan zaman, peningkatan budaya literasi mutlak sangat dibutuhkan.
Kompetensi literasi penting untuk dimiliki masyarakat Indonesia sebagai pondasi pengembangan kualitas SDM, terutama kalangan pelajar dan guru-guru di Indonesia.
Semenjak diresmikan program Gerakan Literasi Nasional, ada banyak program-program literasi yang bermunculan yang diinisiasi oleh pemerintah maupun swasta.
Salah satunya adalah GMB-Indonesia (Gerakan Menulis Buku Indonesia) yang selama beberapa tahun sukses membantu ribuan sekolah. Melalui program Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional, GMB-Indonesia berhasil menerbitkan setidaknya lebih dari 3.000 judul buku karya para pelajar dan guru dari seluruh Indonesia.
Kesuksesan GMB-Indonesia dalam menyukseskan program yang sejalan dengan Gerakan Literasi Sekolah ini tak lepas dari peran penting SPL Nasional atau Sosialisator Program Literasi Nasional yang tersebar di berbagai daerah.
SPL Nasional adalah penggerak literasi nasional yang dibentuk, dilatih dan dikembangkan oleh Tim GMB-Indonesia dengan tujuan guna melakukan percepatan sosialisasi dan pengembangan gerakan literasi nasional dan pengembangan kompetensi penggerak literasi hingga ke pelosok negeri.
"Indonesia begitu luas dan beragam. Butuh waktu puluhan tahun untuk bisa memeratakan pengembangan literasi di tingkat sekolah. Pembentukan SPL Nasional ini menjadi jalan pintas untuk mengakselerasinya, sehingga kita mungkin bisa merasakan hasilnya beberapa tahun lebih cepat dari yang semestinya," jelas Ketua SPL Nasional, Arifin Nurdin, melalui siaran pers yang diterima Suara.com, Jumat (7/5/2021).
Program literasi yang akan dikampanyekan oleh 100 SPL Nasional adalah program Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional yang kini telah berjalan selama enam tahun. Melalui program SPL Nasional, GMB-Indonesia akan akan melatih dan mensosialisasikan program-program literasi GMB-Indonesia sekaligus membangun kolaborasi dengan ribuan sekolah di Indonesia, termasuk di Bireun, Aceh.
“SPL Nasional adalah peluang sekaligus payung yang menaungi saya agar lebih diterima dalam upaya saya mengampanyekan literasi. Karena saya merasa bahwa nilai tawar saya dalam menggiatkan literasi cenderung akan lebih tinggi daripada ketika saya melakukan secara mandiri. Dengan berada dan bernaung di bawah GMB-Indonesia, akan menjadi strategi yang baik untuk lebih mengadvokasi program literasi ke semua lini," ungkap Dewi Sofiana, SPL Nasional asal Bireun, Aceh.
Baca Juga: 5 Langkah Memulai Journaling, Bantu Kamu Bersyukur Menjalankan Aktivitas!
Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional (GSMB Nasional) adalah sebuah program pengembangan literasi sekolah, yang memfasilitasi seluruh siswa dan guru jenjang SD, SMP, SMA dan sederajat untuk dapat menerbitkan buku ber-ISBN, mendapatkan pelatihan dan sertifikasi kompetensi, pendampingan pengembangan program literasi, serta kompetisi berliterasi paling bergengsi di tingkat nasional dengan total hadiah jutaan rupiah.
"Negara kita sebenarnya punya puluhan ribu penggerak literasi yang memiliki kompetensi dan dedikasi. Hanya saja mayoritas berjalan sendiri-sendiri. Melalui program SPL Nasional dan GSMB Nasional, kami berupaya menjadi simpul kolaborasi, fasilitator, dan pemberdaya ekonomi. Kami ingin para pendidik dan pegiat literasi bisa lebih berdaya secara materi dan non-materi," terang Lenang Manggala, Pendiri GMB-Indonesia.
Setelah sukses di tahun 2019 dan 2020, GMB-Indonesia mengundang para pegiat literasi dan pendidik Indonesia yang memiliki minat serta kompetensi di bidang literasi, untuk menjadi bagian dari keluarga besar SPL Nasional Angkatan III.
Dengan periode masa bakti selama 3 bulan, diharapkan 100 SPL Nasional dapat berhasil meningkatkan budaya literasi dan mutu pendidikan di kota atau kabupaten yang menjadi domisilinya. Pendaftaran SPL Nasional masih dibuka hingga 30 April 2021 melalui laman mereka di penggerakliterasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
5 Rekomendasi Sandal Empuk untuk Kesehatan Lansia, Harga Mulai Rp20 Ribuan
-
7 Vitamin Wajib untuk Lansia, Atasi Badan Lemas Tubuh Auto Bertenaga
-
5 Rekomendasi Parfum Mobil Terbaik yang Tidak Bikin Pusing dan Mual
-
5 Rekomendasi Sepatu Safety Krisbow Terbaik untuk Kerja, Aman dan Nyaman
-
Skincare Apa Saja yang Sebaiknya Dipakai di Usia 50-an? Simak Anjuran Dokter Kulit
-
5 Sepatu Velcro Lokal Tanpa Tali, Solusi Anti Repot Buat Orang Tua
-
5 Sabun Cuci Muka Pilihan Paling Aman untuk Lansia, Ampuh Rawat Kulit Menipis
-
5 Parfum Murah Pria Tahan Lama Mirip Bleu de Chanel, Mulai Rp200 Ribuan
-
Begini Cara Warga Kertabumi Ubah Plastik Bekas Jadi Penghasilan Jutaan
-
5 Lip Balm Rp50 Ribuan untuk Lembapkan Bibir Kering dan Keriput di Usia 50 Tahun