- Ali Khamenei adalah pemimpin tertinggi Iran sejak 1989
- Khamenei merupakan ulama Syiah bergelar Ayatollah
- Khamenei dikabarkan tewas usai serangan AS-Israel
Suara.com - Nama Ali Khamenei kembali menjadi sorotan dunia setelah muncul laporan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran tersebut meninggal dunia usai serangan yang disebut dilancarkan Amerika Serikat dan Israel. Di tengah kabar tersebut, banyak publik internasional juga mempertanyakan latar belakang religiusnya: apakah Ali Khamenei seorang Syiah?
Khamenei merupakan ulama dalam tradisi Syiah Dua Belas Imam (Twelver Shia), mazhab yang menjadi agama resmi Republik Islam Iran.
Ali Khamenei dan Identitas Syiah
Ali Khamenei lahir pada 19 April 1939 di Mashhad, kota suci penting bagi umat Syiah di Iran. Ia menempuh pendidikan agama di Qom dan dikenal sebagai ulama dengan gelar Ayatollah, sebuah gelar tinggi dalam hierarki keilmuan Islam Syiah.
Dalam sistem politik Iran, identitas Syiah bukan sekadar latar belakang agama, melainkan bagian dari fondasi negara. Sistem pemerintahan Iran menganut konsep wilayat al-faqih (kepemimpinan oleh ahli hukum Islam), gagasan yang dipopulerkan oleh pendiri Republik Islam Iran, Ruhollah Khomeini.
Konsep ini menempatkan seorang ulama Syiah sebagai otoritas tertinggi negara. Karena itu, jabatan Pemimpin Tertinggi memang secara konstitusional berasal dari kalangan ulama Syiah.
Sejak diangkat menjadi Pemimpin Tertinggi pada 1989, Khamenei menjadi figur paling berkuasa di Iran dengan mengendalikan militer, kebijakan luar negeri, serta arah ideologi negara.
Dikenal Hidup Sederhana dan Menjauhi Kemewahan
Di tengah posisinya yang sangat kuat, Khamenei sering digambarkan menjalani gaya hidup sederhana. Sejumlah laporan media Iran menyebut ia memilih pola hidup yang tidak mewah, sejalan dengan nilai asketisme dalam tradisi ulama Syiah.
Baca Juga: Ayatollah Ali Khamenei Gugur, Ahlulbait Indonesia Gelar Doa 7 Hari: Perlawanan Tak Padam
Dalam ajaran Syiah, khususnya bagi seorang ulama, mengejar kekayaan pribadi dianggap bertentangan dengan tanggung jawab moral dan spiritual. Pemimpin agama diharapkan menjaga jarak dari kemewahan duniawi agar tetap fokus pada tugas religius dan sosialnya.
Meski demikian, sejumlah pengamat luar negeri juga menyoroti bahwa lembaga-lembaga di bawah struktur kepemimpinan Iran mengelola aset besar melalui yayasan dan institusi negara. Perdebatan mengenai citra kesederhanaan dan realitas politik ini kerap menjadi bagian dari diskursus global tentang Iran.
Dikabarkan Tewas Usai Serangan AS dan Israel
Kabar terbaru menyebutkan bahwa Ali Khamenei meninggal dunia setelah serangan yang disebut dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap target strategis di Iran.
Beberapa media internasional melaporkan bahwa siaran resmi televisi negara Iran dan kantor berita pemerintah mengumumkan wafatnya Khamenei serta menetapkan masa berkabung nasional. Laporan tersebut menyebutkan bahwa kompleks yang berkaitan dengan kepemimpinan Iran menjadi sasaran serangan.
Namun, pada fase awal pasca-serangan, sempat muncul bantahan dari pejabat Iran yang menyebut kabar kematian tersebut sebagai bagian dari “perang psikologis”. Perbedaan pernyataan ini sempat memicu kebingungan sebelum laporan media negara Iran menyebut adanya konfirmasi resmi.
Berita Terkait
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
Harga Minyak Brent Melonjak 10 Persen, Menuju USD100 Akibat Perang Iran
-
Sejarah Bendera Merah di Masjid Jamkaran: Dari Balas Dendam Soleimani hingga Khamenei
-
Ayatollah Ali Khamenei Gugur, Ahlulbait Indonesia Gelar Doa 7 Hari: Perlawanan Tak Padam
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Daftar Tanggal Merah Juni 2026: Ada Long Weekend di Awal Bulan, Waktunya Healing!
-
Oreo x BTS Resmi Hadir, Bawa Rasa Hotteok Korea dan Biskuit Ungu Pertama dalam Sejarah
-
Summer Runway 2026 Tampilkan Tren Fashion Anak Penuh Warna, dari Nuansa Pantai hingga Back to School
-
Dompet Tebal Awal Bulan! 4 Shio Paling Beruntung Finansial dan Karier pada 1 Juni 2026
-
Biaya Admin Marketplace Naik, Pengusaha Fashion Online 'Tercekik' Andalkan Bazar Offline
-
Profil Ahmad Syah Farhan, Bos Hanania Travel yang Lakukan Penipuan Umrah
-
4 Zodiak yang Bakal Hidup Bahagia dan Enak di Masa Tua, Anda Termasuk?
-
Apa Bedak Tabur yang Bagus tapi Murah? Ini 9 Pilihan Terbaik yang Sudah BPOM
-
Prabowo Bisa Berapa Bahasa? Kini Wajibkan Belajar Bahasa Prancis di Semua Sekolah
-
5 Zodiak Paling Beruntung dan Kaya Sepanjang Juni 2026, Rezeki Mengalir Deras!