Lifestyle / Komunitas
Minggu, 01 Maret 2026 | 19:54 WIB
ilustrasi bendera Indonesia. (unsplash.com/Anggit Rizkianto)

Suara.com - Beberapa kawasan tengah dilanda konflik yang membuat situasi geopolitik global makin memanas.  Muncul spekulasi perang dunia ketiga bisa meletus sewaktu-waktu.

Perang yang terjadi di Eropa hingga ketegangan yang meningkat di Timur Tengah turut menimbulkan kekhawatiran terhadap risiko eskalasi yang lebih luas.

Terlepas dari itu, ternyata ada beberapa negara dan wilayah yang masih dinilai relatif aman apabila konflik geopolitik terus memanas dan skenario Perang Dunia 3 benar-benar terjadi.

Berikut ini daftar negara dan lokasi yang disebut-sebut paling aman, dilansir dari laman Express.

  • Antartika
  • Argentina
  • Bhutan
  • Cili
  • Fiji
  • Greenland
  • Islandia
  • Indonesia
  • Selandia Baru
  • Afrika Selatan
  • Swiss
  • Tuvalu

Indonesia merupakan negara yang bersikap netral terhadap konflik, yang disebut dengan Gerakan Non-Blok. Presiden Soekarno menyatakan bahwa kebijakan luar negeri Indonesia akan "bebas dan aktif" pada tahun 1948 silam.

Indonesia dianggap cukup aman dari keterlibatan langsung Perang Dunia III karena politik luar negeri bebas-aktif dan posisi non-blok. 

Pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sudah ingatkan ancaman Perang Dunia Ketiga saat memberikan taklimat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor pada 2 Februari 2026 lalu.

“Puluhan kepala negara hadir. Hampir semua, merisaukan pecahnya Perang Dunia Ketiga,” ungkap Prabowo bercerita usaindirinya menghadiri World Economic Forum 2026 di Davos, Swiss, beberapa waktu yang lalu.

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia menjalankan politik luar negeri yang menganut bebas aktif tapi non-aligned atau non-blok.

Baca Juga: Mitsubishi Indonesia Persiapkan Produksi Lokal Mobil Hybrid di Awal Tahun Ini

“Ini yang dibicarakan di dunia. Karena itu, saya jalankan sebagai mandataris, meneruskan warisan pendiri-pendiri bangsa kita, saya menjalankan politik luar negeri yang menganut tetap garis kita, bebas aktif tapi non-aligned atau non-blok,Kita tidak akan ikut pakta militer manapun,” tegas Prabowo.

Prabowo menyebut dirinya berpegang teguh pada filosofi satu lawan atau musuh terlalu banyak dan seribu kawan terlalu sedikit.

“Saya katakan, filosofi luar negeri saya adalah seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak. Apalagi satu musuh. Itu garis kita,” ujarnya.

Dengan berpegang pada non blok dan memilih bersahabat dengan semua, dia menuturkan Indonesia harus siap sendiri apabila ada ancaman dan serangan dari pihak luar.

“Kalau kita diancam, kalau kita diserang, tidak akan ada yang bantu kita, Saudara-saudara. Percaya sama saya. Nobody is going to help us,” sambungnya.

Kontributor : Rizky Melinda

Load More