Suara.com - Perkembangan teknologi mengubah banyak hal tidak terkecuali kebiasaan belanja. Dengan adanya teknologi kini orang dapat dengan mudah untuk bisa belanja online.
Hanya dari rumah, kini bisa memesan barang, hotel, atau hingga tiket pesawat yang diinginkan. Namun, kemudahan ini bukan tanpa risiko.
Ada kemungkinan kebocoran data pengguna saat belanja online. Oleh sebab itu mesti hati-hati ketika belanja online.
Dalam keterangannya, Pengamat IT sekaligus Chief Digital Forensic Indonesia, Ruby Alamsyah, menjelaskan, kebocoran bisa terjadi karena dua kemungkinan, dari pihak peladen dan pengguna. Karenanya, inisiatif mengamankan akun semestinya datang dari dua pihak. Selain pihak aplikasi, pengguna berkewajiban mengamankan data dan akunnya.
“Ini seperti Anda punya rumah mewah. Anda mengamankannya dengan kamera pengawas canggih dan gembok berlapis. Namun lupa mengamankan pintu belakang, ya sama saja rumah Anda tetap bisa dibobol, kan?” kata Ruby
Ia kemudian juga membagikan lima langkah sederhana untuk mengamankan akun dan data. Apa saja?
Pertama, pelajari dan cari tahu jenis autentifikasi aplikasi yang diunduh. Apakah aplikasi tersebut hanya menggunakan nama pengguna dan kata sandi atau dibekali sistem pengamanan tambahan yang membuat akun, sandi, hingga nomor ponsel tersimpan dengan aman.
Kedua, gunakan kata sandi yang tidak mudah dilacak dan ubah secara berkala tapi jangan terlalu sering untuk menghindari lupa. Ketiga, jangan gunakan kata sandi yang sama untuk beragam akun aplikasi dan surel. Karena jika satu dibobol, maka akun Anda yang lain bisa disusupi.
“Keempat, perbarui sistem operasi aplikasi gadget dan PC Anda secara berkala termasuk antivirus untuk meningkatkan sistem keamanan,” Ruby menambahkan. “Terakhir, jangan mengunduh aplikasi tidak resmi dan tak jelas manfaatnya. Apalagi mengunduh dari ‘toko’ tidak resmi. Sejauh ini, unduhan resmi bisa diakses di Play Store dan IOS,” urainya.
Baca Juga: Ada Subsidi Rp 500 Miliar Buat yang Belanja Online Baju Lebaran
Diberitakan sebelumnya, kebocoran data pengguna aplikasi beberapa kali menghebohkan masyarakat Tanah Air. Terbaru terjadi pada April 2021, ketika sebuah akun Twitter membuat utas di lini masa dan mengunggah bukti transaksi sewa hotel di Traveloka. Ini terkait dengan penangkapan eks petinggi FPI, Munarman, oleh aparat beberapa hari sebelumnya.
Unggahan foto bukti transaksi ini ditanggapi beragam oleh warganet. Tak sedikit yang bertanya, kok bisa data transaksi yang seharusnya terlindungi bocor dan bebas bertebaran di medsos. Lantas siapa yang membocorkan? Masih amankah bertransaksi tiket pesawat, sewa hotel, dan sejenisnya lewat aplikasi termasuk Traveloka?
Merespons tanda tanya warganet, Ruby menerangkan bahwa sejumlah voucer hotel yang ditampilkan dalam satu foto adalah hasil editan. Di sana tercantum nama aplikasi dan identitas pemesan yang kemudian direlasikan dengan sosok tertentu. Ada dua pihak yang patut dibahas terkait bocornya data konsumen.
Pertama, peladen aplikasi. Kedua, pengguna yang usai bertransaksi menerima konfirmasi pemesanan lewat email atau surel.
“Tinggal kita lihat karakteristik dari dua sumber legal tersebut, dari mana bocornya. Kalau sumber kebocoran dari platform aplikasi, masa cuma satu-dua kasus yang muncul? Berkaca pada sejumlah kasus, kebocoran data pribadi konsumen yang terjadi akibat kelalaian pihak aplikasi biasanya bersifat massal atau sangat banyak,” ulas Ruby.
Ia yakin kebocoran data pengguna bukan dari Traveloka. “(Karena) dalam kasus Traveloka tempo hari, nyaris tidak ada keluhan dari mayoritas masyarakat tentang hal yang sama,” tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
- 17 Kode Redeem FF 25 Agustus 2026: Kesempatan Dapat Voucher dan Skin Senjata Terbaru
- Waduk Jatigede Surut, Warga Sumedang Manfaatkan Lahan untuk Bertani
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
Kebakaran Lahan Gambut Seluas 311 Hektare Terjadi di Kutai Kartanegara
-
Massa dari Pati Bergerak, dari Daerah untuk Indonesia Bawa Pesan untuk Rakyat
-
Rekam Jejak Eks Caleg Nasdem yang Diusulkan Jadi Pelatih Timnas Gantikan John Herdman
-
Parenting di Era Digital: Ketika Gawai Menjadi Pengasuh Anak
-
Pertamina Eco RunFest 2026: Hadirkan Tujuh Inisiatif Keberlanjutan Lingkungan, Nol Jejak Sampah
-
Gianni Infantino Nongol di Final Piala AFF 2026 Vietnam vs Thailand, Pertanda Apa?
-
Demam Slowpitch Landa Ibu Kota, Band Rock AS The Flaming Lips Ikut Nimbrung
-
Semen di Aceh Mulai Langka, SIG Genjot Produksi dan Tegaskan Harga Tak Naik
-
Kiai Sepuh Kecam Oknum Pejabat Jual 'Restu Presiden' di Muktamar NU
-
Iran Tegaskan Tidak Akan Membiarkan Perang Berhenti