Lifestyle / komunitas
Risna Halidi
[Suara.com/Ema Rohimah]

Suara.com - Sebagai sebuah bangsa yang besar, pernahkah Anda berpikir mengenai nilai-nilai budaya Indonesia apa yang dipercaya masih diterapkan hingga saat ini?

Untuk menjawab pertanyaan itu, sebuah survei identifikasi individu, komunitas dan bangsa yang disebut Nenilai dilakukan oleh perusahaan konsultan Dayalima pada tahun 2020 lalu.

Survei ini dilakukan pada 50.452 responden. Hasilnya ditemukan, nilai budaya yang dipercaya masih diterapkan masyarakat Indonesia adalah budaya gotong royong dengan 39 persen.

Menariknya, birokrasi atau aturan berbelit masuk jajaran nilai budaya kedua tertinggi dengan angka 37 persen, diikuti nilai berpegang dengan aturan agama sebesar 36 persen, budaya korupsi sebesar 34 persen dan nilai keberagaman dengan 32 persen.

Baca Juga: Jaksa Hadirkan Saksi Arman, Pengacara Mark Sungkar Ungkap Kejanggalan Ini

Itu artinya, dua dari lima nilai utama dari budaya orang Indonesia adalah praktek negatif yang sayangnya masih diterapkan hingga kini.

Menurut Director Dayalima Abisatya Mieke Malaon, hasil dari survei ini nantinya akan dikomunikasikan kepada publik dan menjadi basis untuk pembangunan bangsa yang berkelanjutan.

"Kami di Dayalima beberapa tahun belakangan merasakan adanya banyak perbedaan dan gesekan di sebagian masyarakat Indonesia akibat perbedaan yang ada. Untuk itu, dalam membantu organisasi memahami budaya perusahaan, kami juga menanamkan nilai-nilai budaya ini pada setiap individu di organisasi tersebut," kata Mieke dikutip Suara.com dari siaran pers, Jumat (11/6/2021).

Ia melanjutkan, tahun ini Nenilai mengusung tema kampanye “Suara Masa Depan” yang merupakan gerakan untuk menampung aspirasi dan membangun optimisme masyarakat Indonesia.

Gerakan ini diharapkan mentransformasi nilai-nilai masyarakat serta mewadahi tiap harapan individu dan komunitas demi terciptanya Indonesia maju. Program-program dalam Suara Masa Depan disusun untuk mendorong terjadinya dialog serta meningkatkan pendewasaan bangsa.

Baca Juga: Edy Rahmayadi Sebut Sumut Naik Jadi Peringkat 2 Provinsi Terkorup

Managing Director Stoik Trisula Keenan Pearce menjelaskan, beberapa program yang telah dirancang pada tahun 2021 selain Laporan Survei Nenilai adalah Program Edukasi dan Pembangunan Karakter melalui Dialog Komunitas dan Dialog Nasional, Pelatihan Tata Cara Dialog, sera Festival Film Pendek Nenilai.

Komentar