Suara.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut dampak perubahan iklim yang saat ini dihadapi tidak main-main, dan berisiko menyebabkan bencana alam.
Dilansir ANTARA, laporan ilmiaj terbaru menunjukkan bahwa efek percepatan perubahan iklim mengancam semua orang. Maka dari itu, persiapan untuk melindungi orang-orang dari bencana alam dan cuaca ekstrem harus dipercepat.
Laporan dari Panel Antar-Pemerintah untuk Perubahan Iklim (IPCC), yang ditulis oleh 234 ilmuwan, mengatakan bahwa pemanasan global sebesar sekitar 1,1 derajat Celcius telah membawa banyak perubahan di berbagai kawasan, mulai dari kekeringan dan badai yang lebih parah hingga naiknya permukaan laut.
Semua itu akan terus meningkat dengan pemanasan lebih jauh, namun belum terlambat untuk mengurangi emisi pemanasan iklim untuk menjaga kenaikan suhu ke tujuan yang disepakati secara internasional yakni “jauh di bawah” 2 derajat Celsius dan idealnya 1,5 derajat Celsius - yang akan membantu menghentikan atau memperlambat beberapa dampak, kata laporan tersebut.
Para pejabat PBB mengatakan bahwa IPCC semakin membunyikan alarm dalam laporan regulernya selama tiga dekade terakhir, namun itu tidak mendorong adanya tanggapan kebijakan yang memadai.
“Dunia mendengar tetapi tidak mendengarkan; dunia mendengar tetapi tidak bertindak cukup kuat- dan akibatnya, perubahan iklim adalah masalah yang ada di sini sekarang,” kata Inger Andersen, direktur eksekutif Program Lingkungan PBB.
“Tak ada yang aman dan ini semakin memburuk dengan cepat,” katanya pada para wartawan pada peluncuran laporan secara daring.
Ketua IPCC, Hoesung Lee, mengatakan laporan itu memberikan pemahaman yang lebih baik tentang perubahan iklim dan bagaimana hal itu telah terjadi di seluruh dunia.
"Ini memberi tahu kita bahwa tidak dapat disangkal bahwa aktivitas manusia menyebabkan perubahan iklim dan membuat peristiwa cuaca ekstrem lebih sering dan parah," katanya, menggambarkannya sebagai "kotak peralatan yang berharga" bagi para negosiator pada pembicaraan iklim COP26 November.
Semua bagian dunia terpengaruh, tambahnya, mencatat bahwa laporan tersebut berisi informasi terperinci tentang dampak berdasarkan wilayah, serta pengetahuan yang berkembang pesat tentang menghubungkan peristiwa cuaca ekstrem dengan perubahan iklim.
Baca Juga: IPCC: 20 Tahun Akan Datang, Terjadi Bencana yang Menghancurkan Bumi
Laporan itu juga menawarkan atlas interaktif yang memungkinkan orang untuk memeriksa perubahan iklim di tempat mereka tinggal.
Petteri Taalas, sekretaris jenderal Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), yang menjadi tuan rumah IPCC, mengatakan bahwa jika dikonfirmasi dan dilaksanakan, rencana pemerintah saat ini untuk mengurangi emisi dapat membatasi pemanasan global hingga 2,1 derajat Celcius.
Tetapi tingkat kenaikan suhu itu masih akan membawa banyak masalah, termasuk kekurangan pangan, panas yang ekstrem, kebakaran hutan, kenaikan permukaan laut, potensi "krisis pengungsi" dan dampak negatif bagi ekonomi global dan keanekaragaman hayati, tambahnya.
Selain pengurangan emisi, "sangat penting untuk memperhatikan adaptasi iklim karena tren negatif dalam iklim akan berlanjut selama beberapa dekade dan dalam beberapa kasus selama ribuan tahun", katanya dalam peluncuran laporan.
Salah satu cara ampuh untuk beradaptasi, katanya, adalah berinvestasi dalam layanan peringatan dini untuk ancaman seperti kekeringan dan banjir - tetapi hanya setengah dari 195 negara anggota WMO yang saat ini memilikinya, memicu kerugian manusia dan ekonomi.
Terdapat pula kesenjangan parah dalam sistem meteorologi dan prakiraan cuaca di Afrika, sebagian Amerika Latin, Karibia, dan Pasifik, tambahnya.
Berita Terkait
-
RI Gabung Dewan Perdamaian Inisiasi Trump, DPR Beri 4 Catatan: Dari Geopolitik Hingga Dana Rp16 T
-
Jakarta Dikepung Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Imbau Perusahaan Terapkan WFH
-
Jakarta Siaga Cuaca Ekstrem! Ribuan Pompa dan Pasukan Biru Dikerahkan untuk Tangani Banjir
-
Malam Ini, Banjir Jakarta Sudah Rendam Lebih dari 100 RT
-
Banjir Jakarta Kian Parah, Rendam 80 RT dan 23 Ruas Jalan
Terpopuler
- 63 Kode Redeem FF Terbaru 21 Januari: Ada Groza Yuji Itadori, MP40, dan Item Jujutsu
- 5 Motor Bekas 6 Jutaan Cocok untuk Touring dan Kuat Nanjak, Ada Vixion!
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Toyota Vios Bekas Tahun Muda Pajaknya Berapa? Simak Juga Harga dan Spesifikasi Umumnya
- Mobil 7 Seater dengan Harga Mirip Mitsubishi Destinator, Mana yang Paling Bertenaga?
Pilihan
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
-
5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan RAM 8 GB Terbaik Januari 2026, Handal untuk Gaming dan Multitasking
-
Harda Kiswaya Jadi Saksi di Sidang Perkara Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Tips Jitu Berburu Barang Branded Preloved Agar Tidak Nyesel Pulang Belanja
-
Update Cara Cek Desil Bansos Lewat HP 2026, Pantau PKH BPNT Kapan Cair
-
LPDP Vs Beasiswa Unggulan 2026, Mana yang Paling Worth It? Cek Benefit dan Syarat Terbaru!
-
5 Rekomendasi Tinted Sunscreen Hilangkan Flek Hitam Usia 45 Tahun ke Atas
-
5 Moisturizer yang Mengandung Panthenol untuk Memperkuat Skin Barrier
-
5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
-
6 Shio yang Diprediksi Mendapat Keberuntungan dan Kemakmuran pada 24 Januari 2026
-
Urutan Skincare Malam Simple untuk Usia 50 Tahun, Fokus Pudarkan Flek Hitam dalam 2 Minggu
-
Cerita Perempuan di Dunia Riset, Membuktikan Karier dan Keluarga Bisa Sejalan
-
7 Retinol untuk Mengencangkan Kulit Usia 50 Tahun