-
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk Kamis (9/10/2025), dengan tiga provinsi berstatus "Siaga" dan 19 provinsi berstatus "Waspada".
-
Kondisi cuaca nasional sangat beragam dan labil akibat pertemuan angin (konvergensi) dan kelembapan tinggi.
-
Berbanding terbalik dengan nasional, wilayah metropolitan Jabodetabek didominasi cuaca cerah berawan.
Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan prediksi cuaca komprehensif untuk seluruh wilayah Indonesia pada Kamis, 9 Oktober 2025, disertai dengan peringatan dini cuaca ekstrem.
Informasi ini sangat krusial mengingat kondisi cuaca yang didominasi oleh fenomena pancaroba (peralihan musim), yang meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi.
Secara umum, kondisi cuaca nasional sangat beragam, didorong oleh faktor labilitas atmosfer yang kuat, kelembapan udara yang basah, serta adanya daerah perlambatan dan pertemuan angin (konvergensi) yang membentang dari Lampung hingga Papua.
Kombinasi faktor ini memicu pertumbuhan awan konvektif yang membawa hujan deras disertai angin kencang.
Peringatan Nasional: Puluhan Provinsi Masuk Kategori Waspada dan Siaga
BMKG mengimbau masyarakat di sejumlah provinsi untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga sangat lebat yang dapat memicu banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Berikut adalah rincian level kewaspadaan yang dikeluarkan BMKG:
Status "Siaga" (Hujan Lebat hingga Sangat Lebat):
Tiga provinsi ditetapkan dalam status tertinggi ini, yang berarti potensi dampak bencana sangat tinggi:
Baca Juga: Pakar Ungkap Fakta Meteor Jatuh di Cirebon
- Bengkulu
- Maluku Utara
- Papua Pegunungan
Status "Waspada" (Hujan Sedang hingga Lebat):
Sebanyak 19 provinsi masuk dalam kategori ini, menunjukkan cakupan potensi cuaca ekstrem yang sangat luas dari barat ke timur Indonesia:
- Sumatera: Aceh, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Lampung, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.
- Jawa & Bali: Bali, Banten, dan Jawa Barat.
- Kalimantan: Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.
- Timur Indonesia: Maluku, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, dan hampir seluruh wilayah Papua (Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Selatan, dan Papua Tengah).
BMKG juga mengeluarkan peringatan khusus untuk potensi angin kencang yang diperkirakan akan melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Fokus Cuaca Jabodetabek: Cerah Berawan Dominasi Metropolitan
Berbanding terbalik dengan kondisi nasional, wilayah metropolitan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) diprediksi didominasi oleh cuaca cerah berawan.
DKI Jakarta: Diprakirakan cerah berawan sepanjang hari dengan suhu udara antara 23 hingga 32 derajat Celsius.
Area Penyangga: Sebagian besar wilayah penyangga seperti Kota Depok dan Kota/Kabupaten Bekasi akan cerah berawan. Pengecualian terjadi di:
- Kabupaten Bogor: Berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang pada sore menjelang malam hari (sekitar pukul 16.00 hingga 19.00 WIB).
- Tangerang Selatan: Diprakirakan akan terjadi hujan ringan, sementara Kota dan Kabupaten Tangerang cenderung berawan.
Rincian Khusus: Provinsi Bengkulu (Status Siaga)
Provinsi Bengkulu menjadi perhatian khusus karena menyandang status "Siaga". Secara umum, seluruh daerah di provinsi ini diprediksi diguyur hujan ringan dengan suhu sejuk, berkisar antara 17 hingga 29 derajat Celsius.
Daerah dataran tinggi seperti Kabupaten Lebong (17–25°C) dan Rejang Lebong (19–25°C) akan merasakan suhu paling sejuk, dengan kelembapan udara yang sangat tinggi.
Masyarakat di seluruh wilayah, khususnya yang berada di daerah rawan bencana seperti lereng bukit atau bantaran sungai, diimbau untuk segera melakukan langkah-langkah mitigasi dini dan memantau pembaruan informasi cuaca secara aktif melalui sumber resmi BMKG.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Geger Mobil Dinas Rp8,5 M, Golkar "Semprot" Gubernur Kaltim: Ukur Kondisi Rakyat
-
TNI Dikirim ke Gaza, Misi Damai atau Jebakan Perang Maut Lawan Hamas?
-
Kecewa Tak Ditemui Kapolri, BEM UI dan Aliansi Mahasiswa Ancam Gelar Aksi Lebih Besar
-
Diskon Besar hingga Transportasi Gratis! Ini Fasilitas Mudik ke Jakarta yang Ditawarkan Pemprov DKI
-
Amnesty International Anggap Tuntutan Jaksa Terhadap Delpedro Cs Sebagai Operasi Pembungkaman Kritik
-
Anies Baswedan Soroti Keberhasilan Gerakan Rakyat di Ultah Pertama: Bukan Sekadar Papan Nama!
-
Heboh Keluhan Warga Diwajibkan Bayar Infaq Lewat BAZNAS DKI, Pramono: Tak Boleh Ada Pemaksaan!
-
Angka Perkawinan Anak Turun ke 5,9 Persen, Pemerintah Soroti 380 Ribu Nikah Tak Tercatat
-
Dituntut 2 Tahun Penjara Terkait Demo Agustus, Syahdan Husein Soroti Kasus Aparat Bunuh Anak di Tual
-
Gus Ipul Bocorkan Rencana Kemensos untuk Jangkau Ratusan Ribu Lansia dapat MBG Tahun Ini