Lifestyle / komunitas
Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi
Ilustrasi hujan. (Shutterstock)

Suara.com - Masih banyaknya wilayah Indonesia kekurangan air bersih mengharuskan berbagai pihak memutar otak, untuk memukan cara agar akses air bersih bisa merata.

Salah satunya dengan teknologi embung tadah hujan. Embung tadah hujan adalah wadah menyimpan air saat musim hujan, untuk nanti digunakan saat musim kemarau.

Teknologi simpanan air ini bisa dimanfaatkan masyarakat di wilayah tandus saat musim kemarau, seperti di bibir pantai untuk kebutuhan pertanian maupun kebutuhan sehari-hari masyarakat setempat, seperti mencuci baju, masak, hingga mandi.

Kabar baiknya, salah satu embung tadah hujan dengan lapisan geomembran berhasil dibangun di kawasan Pantai Grigak, Gunungkidul, Yogyakarta.

Baca Juga: Puluhan Ton Ikat Mati, Petani Karamba Waduk Kedung Ombo Tak Bisa Berbuat Banyak

Embung Gragak ini memiliki luas satu hektar, dan mulai dibangun sejak Maret 2020 dan diresmikan pada Mei 2021, hasil inisiasi produsen minuman Coca Cola Foundation Indonesia (CCFI) dengan Yayasan Obor Tani (YOT).

Menurut Direktur Eksekutif Yayasan Obor Tani, Pratomo melalui teknologi embung tadah hujan masyarakat, khususnya para petani tidak perlu lagi menunggu musim hujan untuk menggarap lahan pertanian mereka.

Sehingga petani tetap memiliki mata pencaharian selama musim kemarau dan bisa menggarap sawah dan lahan perkebunan tanpa hambatan. Sehingga perekonomian masyarakat tetap berjalan terus menerus.

"Meskipun lapisan tanah bagian atasnya terlihat sangat kering, secara geografis Pantai Grigak sebenarnya mempunyai tanah yang subur dan kaya akan mineral esensial yang diperlukan oleh tanaman."

"Dengan tanah karst atau tanah kapur yang memiliki tingkat keasaman (pH di atas 6), lahan di wilayah ini sangat bagus dimanfaatkan untuk tanaman," tutur Pratomo dalam konferensi pers, Selasa (31/8/2021).

Baca Juga: Petani Cabai: Harga Anjlok dan Tanaman Banyak yang Kena Virus

Selain itu, berdasarkan hasil tes tanah, ditemukan bahwa tanah di kawasan Pantai Grigak cocok dimanfaatkan untuk penanaman tiga jenis tanaman buah, yaitu alpukat, kelengkeng dan mangga. Namun komoditas ini baru bisa berhasil tumbuh jika tersedia cukup air.

Komentar