Suara.com - Di tengah guncangan ekonomi seperti sekarang, ternyata membeli rumah saat pandemi Covid-19 sangat disarankan bagi mereka yang mampu dan membutuhkan.
Dikatakan demikian, karena saat ini banyak tawaran kemudahan dan promosi yang diberi oleh pihak pengembang properti.
Apalagi ada bantuan dari pemerintah berupa pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk properti berjenis rumah tapak dan rumah susun dengan batasan harga jual maksimal Rp5 miliar.
Ditambah Bank Indonesia juga telah menerbitkan kebijakan yang memungkinkan perbankan memberikan KPR dengan down payment (DP) atau uang DP rumah 0 persen.
Hal ini juga diakui Head of Personal Lines & Product Development Allianz Utama Indonesia, Alwin Jasim. Ia mengatakan bahwa selain kebutuhan primer manusia memiliki tempat tinggal, rumah juga bisa dijadikan sebagai aset.
Dengan memutuskan mengambil rumah, kata Alwin, hal itu bisa membuat seseorang secara tidak langsung memaksa untuk hidup hemat dan memotivasi untuk jadi pribadi yang produktif.
"Selain itu, cicilan setiap bulannya memaksa kita untuk lebih berhemat, dan KPR merupakan utang produktif dengan potensi nilai aset yang bisa naik setiap tahunnya."
"Yang terpenting adalah tekad yang kuat, serta memiliki perencanaan untuk perlindungan properti dan penghuni yang sesuai," ujar Alwin melalui keterangan yang diterima Suara.com, Rabu (8/9/2021).
Ia juga menambahkan beberapa hal yang dapat dijadikan pertimbangan saat putuskan membeli rumah, di antaranya keinginan untuk memiliki aset yang pasti selain gaji serta kemauan untuk berinvestasi.
Baca Juga: Terdampak Pandemi, Seniman Wayang Golek Alih Profesi Jadi Pedagang Ayam
Selanjutnya, untuk mulai membeli hunian, calon pembeli perlu fokus mengumpulkan DP, misalnya dengan memasukkan tabungan DP rumah ke instrumen investasi seperti reksadana atau saham, serta mencari penghasilan tambahan atau menyesuaikan gaya hidup.
Terakhir Alwin mengingatkan, saat properti sudah ditemukan, ada baiknya pembeli menyiapkan perlindungan aset rumah dari berbagai risiko yang tidak diinginkan. Sehingga menyiapkan asuransi rumah sebagai aset, jadi salah satu pilihan yang direkomendasikan.
"Ketika hunian sudah dimiliki, penting diingat bahwa beberapa risiko perlu diantisipasi, sehingga rumah sebagai aset dan tempat tinggal tetap terjaga. Asuransi yang tepat dapat memberi perlindungan komprehensif," pungkas Alwin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak Kota Ketakutan Sampah Meluap, Mengapa Kota Tangerang Justru Optimis TPA-nya Aman?
- Apa Perbedaan Sepatu Lari dan Sepatu Jalan Kaki? Ini 6 Rekomendasi Terbaiknya
- 3 Mobil Bekas Daihatsu untuk Lansia yang Murah, Aman dan Mudah Dikendalikan
- 7 Promo Sepatu Reebok di Sports Station: Turun Sampai 70% Mulai Rp200 Ribuan
- 7 Lem Sepatu Kuat dan Tahan Air di Indomaret Murah, Cocok untuk Semua Jenis Bahan
Pilihan
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
-
4 HP RAM 12 GB Paling Murah Januari 2026, Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Multitasking
-
Eksplorasi Museum Wayang Jakarta: Perpaduan Sejarah Klasik dan Teknologi Hologram
-
4 Rekomendasi HP Murah RAM 8 GB Baterai Jumbo, Aman untuk Gaming dan Multitasking
-
4 HP Murah Layar AMOLED RAM 8 GB Terbaik, Visual Mewah Lancar Multitasking
Terkini
-
6 Rangkaian Garnier Bright Complete untuk Kulit Kusam Wanita Usia 30-40 Tahun
-
6 Rekomendasi Bedak Tabur Wardah untuk Semua Jenis Kulit, Mulai Rp20 RIbuan
-
Usia 60 Tahun Cocoknya Pakai Bedak Apa? Intip 7 Rekomendasi untuk Tutupi Kerutan
-
16 Januari Libur Apa? Siap-Siap Sambut Long Weekend Pertama di Tahun 2026
-
5 Rekomendasi Bedak Make Over untuk Usia 40-an, Bantu Samarkan Tanda Penuaan
-
5 Rekomendasi Toko Baju Gamis Lebaran di Shopee yang Petite Friendly, Cocok Buat Wanita Pendek
-
Apa Perbedaan Mandi Wajib dan Mandi Junub? Ini Tata Caranya
-
Bukan Kekayaan, Ini 6 Hal yang Membuat Finlandia Jadi Negara Paling Bahagia di Dunia
-
Panduan Registrasi Akun SNPMB 2026, Lengkap dengan Link dan Jadwalnya
-
Begini Cara Skrining BPJS Kesehatan Online Pakai HP, Mudah dan Praktis!