Suara.com - Menurut data Perserikatan Bangsa-bangsa atau PBB, diperkirakan hanya sembilan persen sampah plastik di dunia yang didaur ulang, sementara 79 persen sisanya berakhir di tempat pembuangan sampah.
Akibatnya, sampah plastik kian menumpuk dan polusi tanah semakin memburuk.
Dikatakan Senior Vice President dan Global Business Unit Head Industrial Paper Christopher Wong, setidaknya ada 300 juta metrik ton sampah plastik yang dihasilkan setiap tahun di seluruh dunia.
Karena itu juga, dunia seakan dituntut untuk segera menemukan solusi agar tumpukkan sampah tak terus menggunung.
Salah satunya dilakukan oleh produsen kertas kemasan makanan dan minuman Foopak Bio Natura yang berinisiatif mengganti kemasan plastik dan kemasan makanan sekali pakai dengan produk yang dapat didaur ulang sepenuhnya.
Bahan baku kemasan ramah lingkungan yang digunakan juga dapat diolah kembali menjadi kompos, baik melalui fasilitas pengomposan industri maupun rumah konsumen.
"Banyak konsumen yang tidak menyadari bahwa kebiasaan menggunakan plastik kemasan makanan ataupun wadah berbasis kertas dapat berdampak buruk terhadap lingkungan."
"Ditambah lagi, masih banyak pusat daur ulang yang tidak dilengkapi dengan teknologi untuk memisahkan plastik dari sampah kertas," ujar Christopher Wong dikutip dari siaran tertulis, Senin (20/9/2021).
Belum lama ini, Foopak Bio Natura juga telah menerima sertifikasi bebas plastik dari Flustix, sebuah badan sertifikasi bebas plastik internasional yang berbasis di Jerman. Sertifikat tersebut diberikan setelah melalui serangkaian pengujian analitik bertingkat yang ketat.
Baca Juga: Miris! 2,6 Juta Ton Sampah Plastik Dibuang ke Aliran Sungai di Indonesia
Dikatakan oleh Wong, produk kertas yang digunakan adalah sumber kayu alami bersertifikat tanpa penambahan polimer plastik. Dengan penggunaan bahan tersebut, ia berharap perusahannyq dapat berkontribusi penuh dalam memerangi polusi plastik yang banyak ditemui di industri makanan dan minuman.
"Sertifikasi ini membantu kami semakin cepat dalam mengurangi jejak karbon dan lingkungan dari industri F&B. Kami berkomitmen untuk dapat menciptakan rantai pasokan hijau yang berkelanjutan tanpa efek berbahaya bagi konsumen dan lingkungan."
"Bersama dengan mitra kami, kami berupaya untuk mencapai tujuan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan," tambahnya.
Ia mengatakan, pihaknya juga berperan aktif dalam membantu visi Kemenko Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia untuk mengurangi 70 persen sampah plastik pada tahun 2025, serta mencapai net-zero pada tahun 2040 melalui Sustainable Roadmap 2030.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Apa Hukumnya Ikut Tarawih tapi Belum Salat Badiyah Isya? Ini Kata Buya Yahya
-
20 Link Beli Amplop Lebaran Unik di Shopee: Harga Murah, Isi Banyak
-
Hotman Paris Desak Status WNI Dwi Sasetyaningtyas LPDP Dicabut, Apa Dampaknya?
-
Mandi Wajib Setelah Subuh Bikin Puasa Tidak Sah? Ternyata Begini Faktanya
-
Panduan Zakat Fitrah Anak: Niat, Tata Cara, Besaran dan Cara Bayarnya
-
7 Fakta Mahasiswi UIN Suska Riau Dibacok Mahasiswa Jelang Skripsi
-
Dwi Sasetyaningtyas Bangga Anak Berpaspor Inggris, Emang Boleh Ortu WNI Pilihkan Anak Jadi WNA?
-
Aturan Bayar Zakat Fitrah bagi Perantau, di Kampung Halaman atau Tempat Rantau?
-
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
-
Viral Host Quezelyhere Mundur, Ini Sanksi Hukum Artis yang Pura-Pura Spill Skincare padahal Endorse