Suara.com - Pelonggaran PPKM yang terjadi di pulau Jawa dan Bali menjadi kabar baik bagi para pelaku industri pariwisata, tak terkecuali di kota Malang, Jawa Timur..
Bahkan, pengelola destinasi wisata di Malang siap berkomitmen untuk menerapkan protokol kesehatan penanganan COVID-19 secara ketat dalam upaya untuk meminimalisasi risiko penyebaran virus Corona.
Corporate Communication Hawai Group Malang Andi Prasetya, di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu mengatakan bahwa pihaknya terus berkomitmen menerapkan protokol kesehatan, dengan melakukan pengawasan secara ketat kepada para pengunjung.
"Pengawasan kami lakukan mulai dari lokasi parkir wisata. Kami bertanya, apakah sudah mendapatkan vaksinasi, termasuk apakah membawa anak kecil usai di bawah 12 tahun," kata Andi, dilansir ANTARA.
Andi menjelaskan, rata-rata dalam satu hari, jumlah kunjungan wisatawan di Hawai Group berkisar antara 100-150 orang. Jumlah tersebut merupakan jumlah wisatawan yang sudah lolos pemeriksaan terkait ketentuan yang dikeluarkan oleh pemerintah.
Ia menambahkan, dalam kondisi saat ini, memang ada para wisatawan yang terpaksa harus putar balik lantaran tidak memenuhi ketentuan, seperti membawa anak yang berusia di bawah 12 tahun ke tempat wisata.
"Ketentuan memang sangat ketat, pertama harus sudah mendapatkan vaksin, paling tidak dosis pertama, dan anak usia di bawah 12 tahun tidak diperbolehkan masuk," ujarnya.
Pihaknya memastikan akan terus menerapkan prosedur sesuai dengan ketentuan yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam upaya untuk menangani pandemi penyakit akibat penyebaran virus Corona.
Namun, ia berharap, terkait dengan anak usia di bawah 12 tahun, bisa diizinkan untuk masuk ke destinasi wisata, selama ada pendampingan dari orang tua.
Baca Juga: Salah Paham, Buralimar Sebut Pelabuhan di Kepri Belum Terima Wisman, Tapi Pekerja Migran
Pihaknya memastikan penerapan prokes tetap ketat, sesuai dengan CHSE dari Kementerian Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif.
CHSE merupakan standard yang diberikan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berbasis kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kelestarian lingkungan) bagi para pelaku pariwisata yang ada di Indonesia.
Sebagai informasi, dari empat titik wisata yang dikelola Hawai Grup, satu destinasi wisata yakni Hawai Water Park belum dibuka karena berdasar ketentuan pemerintah, wisata air tidak boleh dibuka. Wahana yang dibuka yakni, Malang Night Paradise, Malang Smart Arena, dan Museum Ganesya.
Di wilayah Malang Raya, ada tiga tempat wisata yang tengah dilakukan uji coba operasional yakni Jatim Park 2 atau Batu Secret Zoo, dan Taman Rekreasi Selecta, di Kota Batu, dan Hawai Group di Kota Malang.
Saat ini, di wilayah Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu, masih PPKM level 3. Dalam masa PPKM level 3 sesungguhnya destinasi wisata belum diizinkan beroperasi, namun pemerintah pusat tengah melakukan uji coba di sejumlah wilayah.
Berita Terkait
-
Tak Perlu ke Papua, Malang Punya Destinasi Cantik Bak Raja Ampat
-
Masa Depan Pariwisata Yogyakarta: Menjaga Budaya di Tengah Arus Global
-
Gubernur Bobby Nasution akan Bangun SMK Unggulan Pariwisata Berkonsep Boarding School di Samosir
-
Bandara Husein Sastranegara Diaktifkan Lagi, Pelaku Wisata Lembang Yakin Turis Asing Bakal Membludak
-
Liburan Tak Biasa untuk Gen Alpha, Saatnya Bermain Sambil Belajar di Kampung Main
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Harga Emas Jatuh Parah Selama Perang AS - Iran Kembali Meletus
-
Siapa Sosok Angga? Pihak Swasta yang Diduga 'Setir' Audit BPK di Muara Enim
-
Iran Bantah Donald Trump: Tidak Ada Mata-mata Amerika Serikat Dibebaskan dari Penjara
-
Perang di Selat Hormuz Makin Menggila, Ledakan Beruntun Guncang Kota Besar Iran
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya