Suara.com - Tren fesyen dunia saat ini mengarah pada isu berkelanjutan, tidak terkecuali bagi busana hijab.
Ketua Nasional Indonesian Fashion Chamber (IFC) Ali Charisma mengatakan sustainable fashion tidak hanya jadi tanggung jawab pelaku industri fesyen seperti desainer atau produsen, tapi juga pengguna termasuk pengguna hijab.
Seperti diketahui pengguna hijab kerap memiliki banyak koleksi hijab beraneka warna, demi tampil all out sesuai dengan busana yang dikenakan.
Lantas, pertanyaanya bagaimana memanfaatkan hijab yang sudah terpakai?
Menjawab ini, Ali Charisma menyarankan, alih-alih dibuang lebih baik hibahkan hijab kepada saudara, teman atau orang sekitar yang masih bersedia memakainya, agar umur pemakaian hijab lebih panjang.
Tapi kata Ali, bisa juga bekerjasama dengan para desainer untuk daur ulang atau recycle hijab menggunakan produk fesyen baru, sekaligus menaikan level hijab.
"Kerjasama dengan produsen atau desainer untuk jadi outer, bisa menjadi abaya atau kaftan, atau jadi produk lainnya. Saya yakin kerudung sangat cocok sekali untuk outer yang bisa di mix match dengan warna lain," ujar Ali saat ditemui suara.com dalam event ISEF 2021 beberapa waktu lalu di JCC, Jakarta Selatan.
Adapun tahap recycle hijab, bisa dimulai dengan mengumpulkan hijab yang memiliki warna yang senada, seperti beberapa warna pastel yang selaras.
"Warna pastel dan warna terang dikumpulin itu bisa buat produk. Jangan warna pastel dengan warna lain digabungin, nanti jatuhnya nggak enak, habis itu jahit jadi produk outer atau produk fesyen lainnya," ungkap Ali.
Baca Juga: Terinpirasi Dari Keberagaman Perempuan, Hijab Halwa Luncurkan Koleksi Bertajuk Serampai
Pakar fesyen yang juga seorang desainer itu menambahkan, peran penguna fesyen yang mau mendaur ulang atau kreatif ini sangat dibutuhkan, untuk memberikan masukan ke pelaku industri fesyen dalam menerapkan konsep sustainable fashion.
"Jadi kalau mau recycle coba-coba sendiri, nanti hasilnya seperti apa evaluasinya akan sangat bagus," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
3 Kategori Usaha yang Tidak Didata di Sensus Ekonomi 2026, Apa Saja?
-
7 Sepatu New Balance yang Mengandung Kulit Babi, Cek Rinciannya Sebelum Membeli
-
Mengenal Beda Serum dan Ampoule, Tampak Sama tapi Fungsi Berbeda
-
Cara Mengisi Kuesioner Online Sensus Ekonomi 2026, Lengkap dengan Data yang Ditanyakan
-
2 Kulkas yang Tetap Dingin Saat Mati Listrik, Solusi Aman untuk ASIP hingga Usaha Frozen Food
-
Ciri-Ciri Petugas Sensus Ekonomi 2026 yang Asli, Wajib Tahu Sebelum Memberikan Data
-
Ditangkap Lagi, Ini Kontroversi 'VVIP' Richard Muljadi yang Sempat Joging Dikawal POM TNI
-
Siapa Sasaran Sensus Ekonomi 2026? Ini Daftar Lapangan Usaha yang Didata
-
Sensus Ekonomi 2026 untuk Apa? Ini Alasan Pemerintah Mendata Semua Jenis Usaha
-
Menghidupkan Kembali Taman Kota: Upaya Ayo ke Taman Ubah Cara Warga Memanfaatkan Ruang Publik