Suara.com - Pernahkah Anda sadar bahwa apa yang Anda lakukan hanya membuang-buang waktu? Misal, nampak mengerjakan suatu tugas tapi tidak fokus. Dikutip Suara.com dari Times of India, berikut adalah empat tanda Anda lebih banyak membuang-buang waktu.
1. Suka menunda-nunda
Menunda-nunda pekerjaan sejenak untuk istirahat, jika dilakukan secara berlebihan dapat membuat waktu habis percuma. Agar tidak menjadi kebiasaan, disarankan prioritaskan waktu, dan selesaikan tugas-tugas sebelum istirahat.
2. Menghabiskan waktu bermain media sosial
Jika tidak diatur, bermain media sosial bisa berakibat candu. Maka dari itu, hal terbaik yang bisa Anda lakukan adalah dengan menyisihkan waktu sejenak untuk menghindari diri dari media sosial.
3. Lebih memprioritaskan pekerjaan orang lain
Bukan tidak boleh membantu pekerjaan orang lain, tapi coba prioritaskan pekerjaan diri sendiri, kecuali jika ada hal darurat yang mau tak mau turut turun tangan.
Ketika Anda tidak mampu memprioritaskan pekerjaan diri sendiri, Anda akan lebih banyak menghabiskan waktu menyelesaikan pekerjaan orang lain dengan alasan tidak enak dan takut merasa bersalah.
4. Bertahan dengan orang toksik
Karena Anda takut tidak punya teman, Anda lebih bertahan dengan orang-orang toksik atau beracun. Padahal ucapan mereka tidak lepas dari merendahkan Anda, sehingga ini memicu emosi negatif serta harga diri rendah.
Nah apakah Anda termasuk orang yang membuang-buang waktu?
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Diwarnai Ketegangan Dua Kubu, Ribuan Warga Tetap Rebutan Telur Asin & Janur di Sekaten Solo
-
Eiger Nature Megamendung: Pelopor Ekowisata Masa Depan dengan Vibe Swiss di Jantung Bogor
-
Skandal Suap BPK Meluas, KPK Endus Pengondisian Audit Tak Hanya di Muara Enim
-
Potret RDF Rorotan, 'Pabrik' yang Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar
-
Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
-
Menhub Bantah Intimidasi Sopir Bus Kopaja yang Dipesan BEM UI Sebelum Aksi
-
Bisnis Judi di Singapura Memanas, Berebut Penjudi Kakap dari China hingga Indonesia
-
Pramono Rotasi Tujuh Pejabat Eselon II DKI, Singgung Soal Penyegaran dan Penyempurnaan
-
Ulasan Black Beauty: Kisah Seekor Kuda tentang Kebaikan dan Kemanusiaan
-
Soroti 52 Persen BUMN Rugi, Pakar UGM Sebut Perampingan Perusahaan Efektif Jika Korupsi Diberantas