Lifestyle / male
Risna Halidi
Ilustrasi Wawancara Kerja (pexels.com/Gustavo Fring)

Suara.com - Wawnacara akan menjadi salah satu tahapan terakhir yang akan dilewati oleh para pencari kerja. Oleh karena itu, jawaban yang dilontarkan akan menentukan bagaimana nasib karir ke depannya.

Perekrut biasanya akan memberikan pertanyaan menjebak, dengan tujuan melihat kepribadian dan keterampilan sebelum pencari kerja memulai pekerjaan mereka.

Dilansir dari Brightside, berikut enam cara menjawab pertanyaan sulit dari perekrut saat wawancara kerja:

1. "Apa kekuranganmu?”
Jangan bercanda tentang kelemahanmu. Kamu perlu membalikkan kelemahanmu menjadi sebuah keuntungan. Sebagai contohnya, setahun yang lalu kecakapan bahasa Inggrismu sangat buruk, tapi kamu ikut kursus bahasa dan sekarang kamu bisa berbicara bahasa Inggris dengan fasih.

Baca Juga: TXT Ungkap Hobi Baru Mereka, dari Fesyen hingga Fotografi

Tidak ada manusia yang sempurna dan perekrut akan mengapresiasi kedewasaanmu, seperti mengakui ketidaksempurnaan dan bekerja keras.

2. Bagaimana rekanmu mendeskripsikan?”
Tujuan dari perekrut adalah untuk menemukan, apakah kandidat bisa mengevaluasi diri mereka. Kamu bisa menjawab pertanyaan kira-kira sebagai berikut,

"Saya pikir orang-orang paling mengapresiasi .... dalam diri saya” dan catatlah hal-hal yang menjadi kekuatanmu. Apakah kamu selalu siap untuk membantu saat rekanmu tidak bisa melakukan sesuatu?

Jika iya, katakan hal tersebut. hal ini menjadi kesempatan untuk menunjukan sisi baik dalam dirimu.

3. “Jika kamu adalah buah, kamu ingin menjadi apa?”
Poin dari pertanyaan abstrak ini adalah untuk melihat reaksi kandidat kepada mereka di dunia nyata. Akankah mereka kebingungan, mengalihkan pertanyaan atau mengatakan bahwa mereka tidak mengerti pertanyaan tersebut.

Baca Juga: Viral Istri Kesal Lalu Pukul Suami Saat Sesi Wawancara, Netizen: Ciieee Cemburuuu

Semua ini akan menunjukan kepada perekrut bagaimana potensi karyawan akan menyikapi situasi yang tidak terkira di pekerjaan, sehingga tidak ada jawaban yang benar untuk pertanyaan seperti ini. Kamu bisa mengatakan apapun.

Namun, jika kamu mengatakan beberapa buah yang eksotis, perekrut akan mengapresiasi pemikiranmu yang di luar standar.

4. "Deskripsikan dirimu dengan satu kata.”
Kamu bisa menggunakan keduanya, baik kata sifat atau kata benda untuk mendeskripsikan dirimu. Jangan memilihnya secara acak, tapi sebagai gantinya pilih berdasarkan posisimu di masa depan.

Jika kamu menginginkan posisi kepala departemen, maka kamu bisa menjawab pemimpin. Ada jawaban yang lebih luas, seperti realistis atau extrovert.

5. "Jika kami berhenti membayarmu, akankan kamu lanjut bekerja dengan kita?
Biasanya kandidat akan menjawab ya karena mereka berpikir, ini adalah potensi yang mereka inginkan, yaitu dedikasi tinggi dan komitmen. Realitanya, hal-hal sedikit berbeda. Perekrut ingin mencari tahu nilai dari kemampuan profesional yang mereka miliki. Itulah mengapa, jawaban yang benar adalah “tidak”

6. "Apakah kamu memiliki pertanyaan kepada saya?”
Ini merupakan pertanyaan terakhir yang biasanya diajukan. Jangan tanyakan pertanyaan tentang hal-hal yang bisa ditemukan di website perusahaan. Di waktu yang sama, tidak adanya pertanyaan dapat memengaruhi penilaian perekrut.

Contohnya, kamu bisa bertanya untuk menemukan kenapa karyawan sebelumnya meninggalkan pekerjaan, hal ini akan membantumu membunuh dua burung dengan satu pistol.

Kamu akan menunjukan adanya keterampilan analisis dan akan menghindari kesalahan yang mungkin dilakukan saat kamu bekerja.

Itulah enam cara menjawab pertanyaan sulit dari perekrut saat wawancara pekerjaan. Bagaimana menurutmu? (Maria Mery Cristin Nainggolan)

Komentar