Suara.com - Kita sering kali terjebak untuk selalu menyenangkan orang lain. Banyak dari kita juga akan mengikuti pendapat orang lain dibandingkan mengikuti keinginan diri sendiri.
Jika perilaku tersebut terus dilakukan, kamu bisa kehilangan kendali akan dirimu sendiri. Hal ini akan berefek seperti merasa rendah diri dan selalu lebih dulu mementingkan orang lain.
Dilansir dari Brightsideme, berikut enam cara yang dapat kamu lakukan untuk berhenti mencari validasi orang lain:
1. Istirahat dari Media Sosial
Setiap postingan akan ditujukan untuk menarik perhatian orang lain. Kamu akan membutuhkan banyak waktu untuk menemukan sudut, pose, dan cahaya yang sempurna. Orang yang mencari persetujuan orang lain memiliki harga diri yang rendah.
Mereka akan berdandan, memberikan filter, dan memilih pakaian yang tepat. Media sosial akan memaksamu untuk memberikan sisi privasimu dengan mudah. Istirahatkanlah.
Kamu akan menemukan apa yang paling kamu butuhkan dan cara untuk menjalani hidupmu. Nikmati hidupmu dengan orang tersayang tanpa perlu membuktikan sesuatu.
2. Jangan Membandingkan Dirimu dengan Orang Lain
Menurut teori perbandingan sosial, manusia cenderung akan membandingkan dirinya dan mencari yang lebih baik. Oleh karena itu, kita perlu berevolusi sejak awal. Kita akan kehilangan diri kita sendiri ketika membandingkan diri dengan orang lain.
Cara terbaik untuk berhenti membandingkan dirimu dengan orang lain adalah mencari hal yang menurutmu kurang dalam dirimu. Kemudian, kamu siap untuk memperbaikinya.
3. Lakukan Hal dengan Tekun dan Semangat
Setelah kamu mengetahui kekuranganmu, kamu seharusnya berusaha keras untuk memperbaiki dirimu. Fokuslah pada hal-hal yang kamu sukai. Kerja keras yang bermanfaat akan meningkatkan harga dirimu.
Baca Juga: YLKI Desak Marketplace Online Tanggung Jawab Peredaran Ponsel Ilegal
Kamu juga akan menghilangkan kebutuhan untuk mencari persetujuan orang lain. Hal tersebut mungkin membantumu menemukan apa yang kamu cari di media sosial.
4. Buatlah Keputusan Dirimu Sendiri
kamu mungkin salah satu orang yang akan mendahulukan pendapat orang lain. Kebanyakan orang tidak yakin tentang hidupnya, apalagi denganmu. Hal tersebut mungkin terlihat seperti keputusan yang salah dan dapat merusak segalanya.
Namun, kamu tetap memberikan orang lain kekuatan untuk memutuskan sesuatu. Biasanya hal ini akan terjadi pada kalangan remaja.
Teman dan keluargamu mungkin orang-orang yang luar biasa, tetapi mereka tidak tahu hidupmu sebaik dirimu. Sebaiknya dengarkan hati dan pikiranmu terlebih dahulu. Jika tidak, kamu mungkin saja akan merasa kecewa nantinya.
5. Menerima Penolakan
Salah satu alasan kita mencari persetujuan orang karena takut akan penolakan. Hal tersebut menyebabkan kamu selalu membuat alasan untuk perilaku orang lain yang tidak dapat diterima. Jika kamu ingin diterima dan dicintai, maka kamu harus memenuhi ekspektasinya.
Sekali kamu berhenti melakukannya, kamu akan merasa kehilangan dan sengsara. Kita tidak bisa menyenangkan setiap orang. Mulailah dengan hal-hal kecil. Contohnya, menolak ajakan saat kamu tidak ingin dan menyarankan tempat lain.
6. Bermain Permainan “Bagaimana-Jika”
Beberapa hal seringkali lebih menakutkan di dalam pikiran kita dibandingkan di kenyataan. Gunakan seluruh imajinasi kamu dan berpikir dari kemungkinan terburuk. Biasanya hal terburuk yang kita bayangkan tidak akan terjadi.
“Bagaimana jika dia mencampakkanku?” “Aku akan sendiri” “Bagaimana jika aku sendiri?” “Aku akan patah hati” “Baiklah, aku tetap hidup tanpanya” Hal tersebut disebut mekanisme perlindungan yang kita semua miliki.
Cobalah untuk memainkan permainan ini ketika kamu tidak yakin. Kemudian, lihat apa yang akan terjadi. Itulah 6 cara berhenti untuk mencari validasi orang lain. Apakah kamu tertarik memulainya?
(Maria Mery Cristin Nainggolan)
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
Terkini
-
Pesan Digital ala Gen Z: Kenapa Stiker Chat Selalu Hadir di Setiap Obrolan?
-
Walhi Sebut Karhutla di Papua Makin Masif, Banyak Titik Api Berada di Konsesi Food Estate
-
Perang di Gaza, Warga Palestina Gunakan Toilet Darurat Zaman Purba
-
Kabar Gembira! Dedi Mulyadi Ungkap Tanggal Kepulangan ABK Sukabumi yang Terlantar di Fiji
-
Rekening Botok Masih Diblokir, Donasi Logistik Banjiri Posko AMPB di DPR
-
Sukses dengan The Old Country, Mafia Enggan Disamakan GTA
-
Lahan Kosong 5.000 Meter Persegi di Tallasa City Makassar Terbakar, Damkarmat Pastikan Tak Meluas
-
Ubah iPad Rasa MacBook! 3 Rekomendasi Keyboard Bluetooth Murah Mulai Rp130 Ribuan
-
Lagu 'Rumah' Salma Salsabil dan Mereka yang Sedang Mencari Tempat Pulang
-
Gen Z Ditembak Peluru Karet dan Disetrum Polisi saat Tuntut Menteri Pendidikan Mundur di India