Suara.com - Pernikahan adalah konsep yang indah bagi pasangan yang berkomitmen untuk menjalankannya dengan baik. Tapi, pernikahan juga bisa berujung pada kegagalan dan menyebabkan pasangan bercerai.
Angka perceraian pun kian meningkat di berbagai belahan dunia. Dan ada beberapa alasan paling umum yang menyebabkan pasangan bercerai. Berikut adalah daftarnya, seperti dikutip dari Times of India.
1. Ketidakcocokan
Pasangan bercerai kerap mengatakan adanya perbedaan yang tidak dapat didamaikan, yang intinya memang ada ketidakcocokan di antara mereka berdua. Entah Anda berdua memang bagai dua kutub yang berbeda, atau tidak mau mencari titik tengah. Bisa juga karena Anda berdua memiliki perbedaan nilai, masalah dalam kehidupan seks, perbedaan agama, atau pertumbuhan sebagai pribadi yang mandiri dan tidak sinkron sama sekali.
2. Miskomunikasi
Akar penyebab sebagian besar pertengkaran dan perceraian adalah miskomunikasi. Asumsi dan anggapan akan datang seiring kurangnya komunikasi. Masalah keluarga dan beban keuangan, jika tidak didiskusikan, bisa mengarah pada perpisahan dan perceraian.
3. Perselingkuhan
Tidak setia pada pasangan adalah konsep yang tidak dapat diterima. Jika ini terjadi dalam pernikahan, Anda tidak bisa mengharapkan orang lain untuk mengerti. Jelas ada semacam ketidakbahagiaan dalam pernikahan, maka selesaikanlah, tapi bukan dengan berselingkuh. Perselingkuhan paling sering menyebabkan perceraian.
4. Kecanduan
Entah kecanduan alkohol, obat-obatan, atau penyalahgunaan zat lainnya seringkali dapat menyebabkan perceraian. Kecanduan tersebut mempengaruhi perubahan suasana hati, perilaku, pola tidur, nafsu makan, tanggung jawab keluarga, teman dan koneksi, pemborosan uang, dan kehilangan ingatan.
5. Pelecehan dalam rumah tangga
Ini adalah alasan utama yang dapat menyebabkan perceraian. Bukan hanya wanita, tetapi pria juga mengalaminya, dan itu tidak dapat ditoleransi dan merupakan pelanggaran.
6. Masalah keluarga
Bukan hanya pasangan yang terlibat dalam pernikahan Anda. Jika keluarga Anda atau keluarga pasangan Anda ikut campur dalam kehidupan pernikahan Anda, tentang bagaimana cara Anda membesarkan anak dan kewajiban rumah tangga lainnya, hal-hal cenderung menjadi buruk.
Baca Juga: 5 Hal yang Harus Diperhatikan Pasangan Sebelum Memutuskan Memiliki Momongan
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Dari Ladang ke Kulit: Menyusuri Kekuatan Sunflower Oil Organik dalam Body Care Magic of Nature
-
Gilang Widya Pramana dan Shandy Purnamasari Tebar Kurban 17 Sapi, Satu Berbobot 1.280 Kg
-
Debu di Sudut Rumah hingga Kasur Bisa Picu Alergi, Kebiasaan Bersih Harian Makin Penting
-
4 Shio yang Beruntung Mulai 29 Mei 2026, Hidup Terasa Lebih Mudah
-
Pakai Apa untuk Memperbaiki Skin Barrier? Ini 5 Kandungan Skincare yang Cocok
-
Tukar Poin Jadi Hewan Kurban, Begini Cara Mudah Berbagi di Iduladha
-
12 Urutan Zodiak yang Paling Pelit dan Tak Suka Berbagi
-
Bisakah Isu Krisis Iklim Dibuat Lebih Dekat dengan Anak Muda? Komunitas Ini Ungkap Strateginya
-
5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
-
Long Weekend Bingung Menginap di Mana? Ini 3 Tipe Hotel yang Bisa Disesuaikan dengan Mood Liburanmu