Suara.com - Pelaku gaslighting umumnya jago memanipulasi kebenaran. Tak hanya itu, pelaku juga bisa mendominasi mental korban.
Saat berhadapan dengan pelaku, korban bisa dikendalikan secara mental. Sehingga korban akan meragukan dirinya sendiri, merasa tidak percaya diri, hingga menjadi stres.
Lalu, apa saja tanda-tanda menjadi korban gaslighting? Psikolog Yayasan Cintai Diri, Eunike Setiawati M.Psi, membagikan jawabannya dalam webinar Gaslighting: Mengapa Aku Selalu Merasa Bersalah, Sabtu (29/1/2022) lalu.
1. Merasa Ragu dengan Diri Sendiri
Menurut Eunike, korban yang mengalami gaslighting akan merasa ragu dengan dirinya sendiri. Sebab, pelaku tahu apa saja kelemahan si korban, sehingga mereka bisa memanipulasi mental dan juga keadaan korban.
2. Mulai Mempertanyakan Diri Sendiri
Salah satu tanda bahaya yang dirasakan oleh korban gaslighting adalah, mereka akan mempertanyakan dirinya sendiri. Padahal, korban bukanlah orang yang salah.
"Kayak apa aku ini terlalu sensitif ya? Apa sikapku berlebihan ya? Jadi korban mempertanyakan dirinya sendiri,” ungkap Eunike Setiawati.
3. Tidak Percaya Diri dalam Mengekspresikan Emosi
Pelaku gaslighting sangat pintar memanipulasi mental korban, sehingga mereka tahu kelemahannya, dan memanfaatkan keadannya. Dan salah satu dampak yang terjadi pada korban adalah, mereka tidak percaya diri dalam mengekspresikan emosi.
"Akhirnya mereka tidak percaya diri, bahkan sulit membuat keputusan,” lanjut Eunike.
4. Merasa Tidak Bisa Melakukan Hal Benar
Selain berperilaku manis, pelaku gaslighting juga bisa memperlakukan mental korbannya secara sadis. Salah satunya, apa yang dilakukan oleh si korban akan selalu salah di mata pelaku.
“Karena selalu dianggap salah. Padahal sebetulnya dia sudah melakukan hal yang benar,” ungkap Eunike lebih lanjut.
Baca Juga: 5 Hal Ini Harus Kamu Hindari dalam Hubungan Asmara, Salah Satunya Membandingkan Pasangan
5. Terisolasi dari Orang-orang Terdekat
Secara tak sadar, pelaku yang memberikan dampak gaslight-nya kepada korban akan membuatnya terisolasi dari orang-orang terdekat. Bahkan, korban akan merasa terancam dan tidak berdaya, pada saat berada di dekat pelaku gaslight.
“Jadi akhirnya dia tidak bisa ke mana-mana. Kalau menjauh akan diancam, tapi ketika dekat malah digaslight. Seperti itu,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
Perusahaan Investasi UGM Segera IPO, Target Raup Dana Rp45,2 Miliar
-
Perbedaan Sabun Cuci Muka Barber Daily Warna Hijau dan Biru untuk Apa?
-
Rekening Aktivis Pati Terblokir Jelang Demo, DPR Akan Konfirmasi ke Bank
-
Jay Idzes Cuma jadi Cadangan Saat Sassuolo Kalah dari Atalanta, Ini Kata Alberto Aquilani
-
Salah Desil Bisa Pengaruhi Bansos, Dinsos Gunungkidul Buka Jalur Koreksi Data
-
Ulasan Hidayah: Film Horor Mencekam tentang Tobat dan Pengampunan Tuhan
-
Warga Pati Mengadu ke DPR: Hoaks hingga Aksi Ricuh Bikin Investor Takut Masuk
-
Rombongan 5 Mobil Terobos CFD Jakarta, Barrier Dibuka Paksa hingga Pakai Strobo
-
Soal Rekening Aktivis Pati Diblokir, Andre Rosiade: Bank Himbara Tak Mungkin Main Sepihak
-
Galaxy S27 Ultra Dikabarkan Ubah Total Desain Kamera, Tak Lagi Bawa 4 Lensa