Suara.com - Isolasi mandiri saat terkonfirmasi positif Covid-19 menjadi salah satu langkah awal yang bisa dilakukan seseorang dengan gejala ringan maupun tanpa gejala.
Namun, baru-baru ini, seorang perempuan di TikTok membagikan pengalaman isolasi mandirinya yang unik dan tak terpikirkan banyak orang.
Pasalnya, ia menghabiskan waktu tersebut bersama teman-temannya, layaknya seseorang yang sedang berlibur bersama. Dalam video yang diunggah @manondejon.g, ia menceritakan bahwa baru saja terkonfirmasi positif Covid-19 pada hari Senin.
Pada hari Selasa, ia menerima satu orang temannya yang juga baru saja di konfirmasi positif Covid-19. Sehari setelah itu, dua orang temannya juga menyusul, hingga pada hari Kamis, datang lagi satu orang yang bergabung dengan mereka untuk isolasi mandiri.
Mereka membawa beberapa barang dan menghabiskan waktu dengan bermain game bersama, menonton televisi dan kegiatan lainnya.
"Welcome to corona boat," tulisnya perempuan itu yang videonya langsung jadi perhatian warganet.
Sampai saat ini video itu telah dilohat lebih dari 567 ribu kali dengan komentar yang bikin banyak warganet terheran-heran. Bagaimana tidak, isolasi mandiri biasanya dilakukan di rumah masing-masing dengan memisahkan diri dari orang yang sehat.
Mereka malah berkumpul bersama layaknya liburan. Terlebih saat datang, mereka tak menggunakan masker dan tidak seperti orang sakit.
"Lihat? Mereka dinyatakan positif tetapi tidak ada satupun yang memakai masker," kata @accoxxxxxx.
Baca Juga: Video Ayah Tunggu Anak di Seberang Stasiun Viral, Alasannya Sukses Bikin Haru Warganet
"Korona panik, korona seneng. Mentalitynya manteb," tulis @ratnxxxxxx.
"Apakah kalian tidak berpikir kalian akan mati setelah mengisolasi diri selama 14 hari?," ungkap @justxxxxxxx.
"Ohh corona party," tambah @keitxxxxxx.
"Kalian semua kacau. Ada apa dengan kalian semua? Memperlakukan virus seolah-olah sedang melakukan reuni?," ujar @alexxxxxx.
Penasaran dengan video aslinya? Simak lewat tautan TikTok berikut ini ya.
Berita Terkait
-
Sisi Humanis Warga Iran, Tawarkan Buah ke Jurnalis Padahal Rumahnya Hancur Lebur Habis Diserang
-
Kontroversi Dikidoy, Akun yang Live TikTok Sidang Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI
-
Emosi Meledak, Detik-Detik Korban Pelecehan FH UI Pingsan di Hadapan Pelaku
-
Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!
-
Steven Wongso Lebih Dulu Terapkan Metode Diet 'Anjing' ke Ibu, sampai Dikatai Anak Durhaka
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Physical vs Chemical Sunscreen, Mana yang Lebih Aman untuk Bumil? Cek 5 Rekomendasinya
-
Alasan Pelecehan Digital Mahasiswa FH UI Disebut Kekerasan Seksual
-
Kemenkes Rilis Aturan Label Gizi, Minuman Kekinian Kini Punya Rapor dari A Hingga D
-
Mengenal Rape Culture Pyramid, Jangan seperti 16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual
-
6 Tips Parfum Tahan Lama di Baju, Wangi Tidak Mudah Hilang dan Lebih Awet
-
Menularkan Kepedulian dari Pinggiran Ciliwung: Cara River Ranger Ubah Cara Pandang Terhadap Sungai
-
4 Rekomendasi Sabun Cuci Muka dari Brand Lokal untuk Pudarkan Flek Hitam
-
Masih Bolak-balik Bisnis ke Indonesia, Segini Kekayaan Shin Tae-yong
-
3 Jenis Kanker yang Paling Banyak Menyerang Anak Muda di Singapura
-
Lirik Lagu Erika oleh OSD HMT ITB yang Berisi Pelecehan Seksual