Suara.com - Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi punya pesan tersendiri pada Hari Perempuan Internasional. Ia mengatakan bahwa peringatan ini harus menjadi momentum untuk menghilangkan diskriminasi pada kaum hawa di dunia, termasuk di Indonesia.
Dalam keterangannya, Retno mengatakan ada dua hal besar yang harus diterapkan untuk mencegah terjadinya diskriminasi pada perempuan. Pertama adalah kebijakan atau policy. Kebijakan yang dibuat di tempat harus memberikan kesempatan yang sama dengan antara perempuan dan laki-laki.
Kedua, diperlukannya dukungan keluarga dan masyarakat. Hal ini berkaitan dengan pola pikir, budaya dan tradisi. Pada intinya, kata dia, tradisi, budaya, pola pikir, dari keluarga kecil sampai kepada masyarakat harus ikut mendukung mengenai masalah pemberdayaan perempuan.
"Diskriminasi tidak boleh terjadi. Pencegahan diskriminasi harus dibarengi dengan langkah afirmasi. Perempuan dapat ikut menjadi bagian solusi, agen toleransi, dan agen perdamaian," kata Retno, Senin (7/3/2022).
Retno mengatakan perempuan adalah orang pertama atau orang paling dekat dengan anak yang menyuntikkan semua nilai kepada anak-anaknya. Perempuan harus kokoh memiliki nilai-nilai terkait dengan perdamaian hingga toleransi.
"Tidak boleh ada diskriminasi, harus ada langkah-langkah afirmasi agar kita bisa memberdayakan perempuan dan perempuan dapat menjadi solusi dari situasi apapun," kata dia.
Sebagai seorang perempuan, Retno tidak pernah bermimpi menjadi menteri. Sedikit bercerita, dia adalah anak dari keluarga yang sangat sederhana, namun mempunyai cita-cita yang tinggi. Mimpinya kala itu adalah menjadi seorang diplomat.
Dia tahu, pekerjaan yang diimpikannya itu adalah pekerjaan laki-laki. Maka dari itu, dia harus bekerja keras untuk menggapai cita-citanya itu.
"Sejak saya masih di bangku SMA, sudah pingin menjadi diplomat tapi saya tidak tahu caranya. Jadi yang paling mudah buat saya yaitu dengan memilih jurusan yang dekat dengan cita-cita saya itu, yakni jurusan Hubungan Internasional (HI)," tegasnya.
Baca Juga: Perusahaan Rintisan yang Libatkan Banyak Perempuan Punya Pendapatan Lebih Besar
Ia bersyukur Kementerian Luar Negeri memiliki sistem meritokrasi yang baik. Pada akhirnya membuat orang seperti dirinya yang bukan siapa-siapa, perempuan, bisa masuk di dalam profesi diplomat sampai saat ini menjadi seorang Menlu.
"Oleh karena itu, sekali lagi, meritokrasi sistem yang sangat transparan akan sangat membantu siapapun untuk dapat bergabung atau dapat meraih cita-citanya, sekalipun perempuan. Intinya itu," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
131 Cabang Serentak Gelar BRI KKB Expo 2026, Yuk Wujudkan Mobil Impian
-
Homeless Media, Instrumen Penting Bantu Suarakan Isu Lingkungan Dekat Masyarakat
-
Rumah Eks Menkominfo Johnny G Plate Ambruk, Korban Tewas Gempa NTT 47 Orang
-
BRI KKB Expo 2026 Sambangi 131 Cabang, Mobil Impian Siap Dibawa Pulang
-
Berburu Mobil Impian di BRI KKB Expo 2026, Digelar di 131 Cabang
-
Arsip Angin dan Janji yang Tertunda
-
Mobil Impian Makin Dekat, BRI KKB Expo 2026 Hadir di 131 Cabang
-
Promo HUT Ke-81 RI dari BRI, Nikmati Penawaran Menarik untuk Kuliner, Travel, dan Hiburan
-
Bendera Bintang Bulan Berkibar, Aksi Hari Damai Aceh Kisruh, TNI Dikeroyok
-
Perkembangan AI Tak Bisa Dihindari, Wakil Ketua DPRD Jateng: Harus Adaptif, Jangan Takut Perubahan!