Suara.com - Penampilan kesenian daerah sebagai pembuka forum internasional tidak hanya bertujuan menghibur peserta, tapi juga mengenalkan budaya asli Indonesia kepada negara-negara dunia.
Dalam pertemuan perdana Digital Economy Working Group (DEWG) Presidensi G20 Indonesia 2022 di Hotel Aruna Lombok, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, pada Selasa (29/3/2022), atrasik kesenian gendang beleg menjadi pilihan kesenian pembuka..
Selain gendang beleq, kesenian lokal lain juga turut ditampilkan seperti tembang sasak hingga tarian dari kelompok kesenian lokal asal Desa Mekarsari, Lombok Barat.
"Gendang Beleq adalah kesenian asli Lombok Barat, biasanya digelar dalam upacara adat seperti pernikahan dan penyambutan tamu penting. Di sini Gendang Beleg ini untuk menyambut Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate, Bupati Lombok Barat dan Delegasi G20 di DEWG," kata Fungsional Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat Caecillia Umi Kuswandani.
Gendang beleq sendiri merupakan alat musik yang dimainkan secara berkelompok, terdiri atas dua gendang besar yang disebut sebagai mama atau laki-laki serta gendang nina atau perempuan.
Untuk acara penyambutan Menteri dan Delegasi DEWG G20, Umi menyiapkan tujuh laki-laki pemain kesenian gendang beleq. Empat orang memainkan gendang besar atau beleq dalam bahasa suku Sasak, sementara tiga lainnya memainkan ceng-ceng atau dua keping sambal yang terbuat dari logam dan gong.
Jumlah pemain ini jauh lebih sedikit jika dimainkan di acara-acara kesenian adat ruang terbuka yang mencapai 30 orang.
"Jumlah itu disesuaikan dengan lokasi penyambutan di dalam ruangan, yaitu depan lobi hotel. Kalau semua pemain diturunkan ruangannya tidak muat dan juga suaranya akan sangat bising," ujar Umi.
Selain menghadirkan kesenian musik gendang beleq, pemerintah daerah Lombok Barat juga menghadirkan tembang sasak yang dimainkan empat orang laki-laki berpakaian adat Sasak di lantai dua hotel.
Baca Juga: Menkominfo Berharap DEWG Bisa Jembatani Kepentingan Negara Maju dan Berkembang
Pemda Lombok Barat juga menghadirkan alat tenun sesekan atau alat tenun tradisional suku Sasak beserta contoh pakaian adat yang dihasilkan.
Dalam pertemuan pertama DEWG yang digelar di Lombok pada 29 hingga 30 Maret, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memimpin pertemuan yang menghadirkan delegasi G20, National Knowledge Partner, dan Global Knowledge Partner untuk membahas isu prioritas dalam bidang digital ekonomi. [ANTARA]
Berita Terkait
-
WNA Selandia Baru Tersangka Eksploitasi Seksual di NTB Dialihkan Jadi Tahanan Rumah, Ini Alasannya
-
KPK Geledah Kantor Bupati Lombok Barat hingga PUPR, Sita Dokumen dan Alphard
-
KPK Geledah Sejumlah Lokasi di Lombok Barat, Buntut OTT Lalu Ahmad Zaini
-
KPK Obok-obok Honda HR-V Milik Istri Bupati Lombok Barat, Apa yang Dicari?
-
KPK Sita Mobil Alphard Terkait Kasus Bupati Lombok Barat
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Kapan Laga Lawan Timor Leste Dimulai?
-
Wujud Kasih Sayang yang Berbeda dari Dua Ayah di Agent Kim Reactivated
-
Jadwal Puasa Sunah Agustus 2026, Lengkap dengan Tanggal dan Bacaan Niatnya
-
Jateng Jadi Basis Pelanggan Terbesar Indosat, Trafik Data Naik 10,4 Persen
-
DFSK E5 Plus Resmi Meluncur di GIIAS 2026 dengan Harga Spesial Mulai Rp479 Juta
-
Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya
-
50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional