Suara.com - Kurma menjadi salah satu sajian atau menu berbuka puasa yang disunnahkan. Maka tidak mengherankan jika di bulan Ramadhan banyak sekali pedagang yang menawarkan kurma dengan berbagai jenis pilihan.
Meski begitu, kamu perlu berhati-hati saat membeli kurma, apalagi kurma yang dijual secara curah. Meski jangka waktu simpan kurma relatif panjang, bukan berarti kurma tidak bisa membusuk lebih cepat.
Dilansir dari berbagai sumber, berikut 5 ciri kurma berkualitas buruk. Budayakan teliti sebelum membeli.
1. Bau Busuk
Salah satu cara paling mudah untuk menilai kualitas kurma yang buruk adalah dengan mengendus baunya. Jika tercium bau tidak sedap, bahkan aroma busuk ini berarti bahwa kurma sudah tidak layak makan. Kurma yang masih segar akan memiliki aroma manis yang khas.
2. Tekstur Daging Sangat Lembek
Kurma memang memiliki tekstur yang sedikit lembek dengan kulit yang tidak terlalu kering. Namun, jika kurma dipegang terlalu berair dengan tekstur daging terlalu lembek, sebaiknya jangan membeli kurma tersebut.
Selain dikhawatirkan kualitasnya yang sudah buruk. Kurma dengan tekstur seperti ini hanya akan menempel di langit-langit mulut.
3. Ukuran Kurma
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Bogor Hari Ini Kamis 7 April 2022
Kurma umumnya berukuran 7 gram atau sebesar 2 ruas jari orang dewasa. Jika kamu melihat ukuran kurma yang terlalu kecil dengan kulit mengerut, bisa dipastikan kurma tersebut sudah produk lama sehingga sudah tidak fresh untuk dikonsumsi lagi.
4. Warna Berubah
Kurma memang memiliki berbagai jenis warna, mulai dari kuning, coklat, sampai kehitaman. Semuanya merupakan jenis kurma yang layak dikonsumsi. Hanya saja, pada kurma yang disimpan terlalu lama biasanya akan timbul bercak putih atau justru berubah menjadi gelap. Kurma yang sudah seperti ini sebaiknya segera dibuang karena sudah tidak layak makan.
5. Terdapat Binatang Kecil
Ciri kurma berkualitas buruk selanjutnya adalah adanya binatang kecil yang mengerubutinya. Terlebih pada kurma organik yang lebih mudah dihinggapi hama, serangga kecil, sampai cacing di dalamnya.
Meski begitu, jangan langsung membuang kurma saat menemukan hewan di salah satunya. Sebaiknya, perhatikan satu per satu terlebih dahulu karena tidak jarang proses pembusukan karena hewan itu hanya terjadi pada beberapa buah kurma saja.
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Prabowo Didesak Evaluasi KDKMP, Dinilai Menyimpang dari Semangat Koperasi
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah
-
PTBA Dukung Pengungkapan Tambang Batubara Ilegal di Muara Enim, 11 Tersangka Ditangkap
-
KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Gubernur Jambi dan Bupati Tebo
-
Ahli Ekonomi UGM di Sidang PTUN: ART Indonesia-AS Bukan Sekadar Soal Tarif
-
Mega Korupsi Jampidsus Ganggu Ekonomi Nasional dan Kepercayaan Investor
-
Gianni Infantino Dilaporkan ke IOC Buntut Kontroversi Penangguhan Kartu Merah Balogun
-
Bank Jambi Dibobol, Dana Rp144,82 Miliar Diduga Dicuci Lewat Kripto
-
Warga Jakbar Siap-siap! Aliran Air PAM Mati 6 Hari Mulai 17 Juli, Ini Daftar Wilayahnya
-
100 Hektare Hutan Mangrove di Rokan Hilir Dirusak, Disulap Jadi Lahan Perkebunan