Suara.com - Film dokumenter The Tinder Swindler di Netflix sempat ramai menjadi perbincangan. Pada film tersebut, beberapa wanita membagikan pengalaman mereka ditipu di aplikasi kencan online Tinder.
Belum lama ini, seorang wanita paruh baya menyadari bahwa dirinya ditipu pasangan kencan online. Hal tersebut ia sadari setelah menonton The Tinder Swindler.
Melansir The Sun, wanita bernama Kathy tersebut melakukan kencan online di aplikasi SilverSingles yang diperuntukkan untuk mereka yang berusia di atas 50 tahun.
"Aku pikir aku jatuh cinta karena setiap aku mendapat kabar darinya, jantungku berdebar-debar. Dan itu menarik, menyenangkan," ujar Kathy saat diwawancara ABC7.
Kathy bergabung dengan aplikasi kencan online karena dirinya merasa kesepian selama pandemi. Di sana, Kathy bertemu seorang pria yang tak disebutkan namanya.
Menurut Kathy, lelaki itu sering merayunya dengan kata-kata manis dan terus memuji Kathy. Tidak hanya itu, Kathy juga percaya pada pria ini meski belum pernah bertemu sebelumnya.
"Aku meminta untuk bertemu dengannya. Dan dia bilang: Aku akan pergi bekerja di Toronto dan aku harus segera pergi."
"Beberapa minggu setelah dia sampai di Toronto, dia berkata butuh izin untuk bekerja di sana dan butuh USD 5.000 (Rp71 juta)."
"Jadi aku berpikir, aku ingin membantu pria ini. Kau tahu, karena aku jatuh cinta padanya," tambah Kathy melanjutkan.
Baca Juga: Breadcrumbing adalah PHP yang Bikin Sakit Hati, Ketahui 8 Tandanya Berikut Ini
Tak hanya itu, pria ini terus membuat skenario di mana dirinya membutuhkan uang, seperti pura-pura kecelakaan.
Di sisi lain, Kathy sampai mengambil pinjaman dengan rumahnya sebagai jaminan. Wanita ini percaya uangnya akan dikembalikan setelah ditunjukkan tangkap layar rekening bank si pria.
Meski begitu, Kathy akhirnya sadar bahwa ia ditipu setelah salah satu temannya meyakinkannya untuk menonton The Tinder Swindler.
Dari sana, Kathy sadar bahwa dirinya juga sedang ditipu. Padahal, ia sudah menghabiskan USD 92.000 atau sekitar Rp1,3 miliar untuk pria tersebut.
Kathy sendiri kini terlilit utang akibat penipuan kencan online tersebut. Ia juga harus menunda waktu pensiun agar bisa membayar semua utang yang ada.
"Dia mematahkan hatiku," ungkap Kathy.
"Dia menghancurkan hidupku," tambah wanita ini menyesal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut
-
Aktivis Pati Kembali ke Jakarta, Siapkan Massa untuk Aksi 27 Agustus di DPR RI
-
Presiden Prabowo Subianto Bakal Sikat Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan
-
Tenxi hingga NDX AKA Meriahkan Primaria Fest 2026, Momen Titip Doa buat Korban Gempa Bikin Haru
-
PB PII soal Rencana Aksi AMPB 27 Agustus: Silakan Tapi Jangan Sebar Politik Kebencian
-
Perluas Jaringan ke Sumut, iCAR Medan City Store Hadir di Centre Point