- Mencukur merupakan metode praktis, namun berisiko menyebabkan iritasi serta rambut tumbuh ke dalam.
- Mencabut bulu hingga ke akar dapat merusak folikel, memicu infeksi bakteri, serta menyebabkan hiperpigmentasi kulit.
- Secara medis, mencukur dinilai lebih aman dibandingkan mencabut karena tidak merusak struktur folikel rambut di bagian dalam.
Suara.com - Area ketiak yang cerah dan bersih tanpa bulu menjadi impian banyak wanita. Umumnya, ada dua metode untuk membersihkan bulu ketiak, yakni mencukur dan mencabut.
Kedua metode ini memiliki pendekatan yang sangat berbeda terhadap struktur folikel rambut, sehingga memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing,
Namun jika ditinjau dari sisi kesehatan kulit, mana yang sebenarnya lebih aman?
Keamanan dan Risiko Metode Mencukur
Berdasarkan penjelasan medis dari American Academy of Dermatology (AAD), mencukur bulu ketiak dianggap sebagai opsi yang cepat, tidak terasa sakit, dan sangat praktis untuk dilakukan sehari-hari.
, pisau cukur yang tumpul atau cara mencukur yang salah dapat memicu masalah kulit seperti razor burn atau iritasi kemerahan.
Selain iritasi permukaan, mencukur juga berisiko menyebabkan ingrown hair atau rambut yang tumbuh ke dalam karena ujung rambut terpotong secara miring.
Untuk meminimalkan risiko ini, disarankan untuk selalu menggunakan krim cukur dan mengusap pisau searah dengan jalur pertumbuhan rambut ketiak.
Dampak Jangka Panjang Mencukur
Baca Juga: 4 Deodorant dengan Niacinamide untuk Mengatasi Noda Gelap di Area Ketiak
Mencukur secara terus-menerus tanpa hidrasi yang cukup bisa membuat kulit ketiak tampak lebih gelap akibat penumpukan sel kulit mati.
Oleh karena itu, penggunaan pelembap setelah mencukur sangat krusial untuk menjaga skin barrier tetap sehat.
Keamanan dan Risiko Mencabut Bulu Ketiak
Mencabut bulu ketiak menggunakan pinset atau metode tweezing bekerja dengan cara menarik seluruh batang rambut langsung dari akarnya.
Metode ini memang memberikan hasil permukaan ketiak yang mulus dalam waktu yang jauh lebih lama daripada mencukur.
Kendati demikian, Mayo Clinic menyatakan bahwa mencabut rambut secara paksa dapat meregangkan kulit dan merusak struktur folikel rambut di dalam.
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut
-
Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka
-
Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar
-
Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara
-
Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026
-
Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak
-
Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini
-
Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional
-
Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen
-
Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif