Suara.com - Pasca pandemi, adalah waktu terbaik untuk melakukan pembelian properti, terutama apartemen. Hal tersebut diungkap Komisaris dan CEO Crown Group, Iwan Sunito.
Menurutnya hal ini disebabkan karena dalam bebetapa tahun ke depan akan ada kenaikan harga apartemen secara progresif, sementara keterbatasan pasokan bahan baku dan kekurangan tenaga kerja tetap terjadi.
Pihaknya juga melihat peningkatan persentase dua digit dalam biaya pembangunan apartemen baru setiap tahun di masa mendatang.
"Sangat masuk akal bagi konsumen apabila mereka terlihat bergegas membeli properti sekarang untuk menghindari kenaikan harga dua digit karena meningkatnya biaya konstruksi dan material ditambah keterbatasan tenaga kerja," ujar dia dalam siaran pers yang Suara.com terima belum lama ini.
Apalagi, ketersediaan unit apartemen ‘off the plan’ dan apartemen yang sudah selesai dibangun semakin berkurang dari hari ke hari. Maka dari itu, investor, lanjut dia kini yang sedang mempertimbangkan untuk mengakuisisi unit apartemen.
"Mereka harus bertindak sekarang dengan membeli dari pengembang tepercaya dengan rekam jejak yang jelas dalam menghasilkan apartemen berkualitas secara tepat waktu dan sesuai anggaran," ungkapnya.
Dengan bertindak sekarang, mereka akan mengunci harga hari ini yang memungkinkan waktu bagi mereka untuk terus menabung untuk pembelian berikutnya di masa mendatang.
Sedikit berbeda dengan tipe pembeli home occupiers. Meskipun harga akan meningkat, namun kebutuhan akan hunian akan tetap ada. Ini terlihat di
Australia yang masih mengalami housing shortage, sementara pertumbuhan penduduk Australia semakin bertambah.
Pembeli potensial telah memperkirakan kenaikan tarif untuk beberapa waktu dan telah mengantisipasinya dengan memiliki tabungan tambahan, dikarenakan pandemi dan pengetatan ikat pinggang. Diperkirakan bahwa rumah tangga Australia berhasil menghemat sekitar Rp1.400 triliun selama pandemic Covid-19.
Baca Juga: Polisi Benarkan Gary Iskak Dilarikan ke RS Usai Tertangkap Narkoba
Pasokan hunian yang terbatas dan peningkatan jumlah pembeli membuat masyarakat yang tidak sanggup memiliki rumah tapak akhirnya mulai melirik unit apartemen yang dianggap lebih terjangkau.
Iwan Sunito meyakini skenario ini akan semakin parah dalam dua tahun ke depan dimana akan lebih banyak unit apartemen yang akan terjual dibandingkan rumah tapak.
Berita Terkait
-
Sudah 5 Saksi Diperiksa Polisi, Mungkinkah Pelaku Teror Molotov ke Rumah DJ Donny Terungkap?
-
Ada Penguntit, Jungkook BTS Laporkan Warga Brasil yang Datang ke Rumah
-
Melawan Budaya Patriarki dari Rumah Sendiri: Perlawanan Sunyi ala Gen Z
-
Mendagri Dorong Percepatan Pendataan Rumah Rusak Pascabencana Sumatra
-
Krisis Hunian Generasi Z dan Harapan Punya Rumah yang Sulit Tergapai
Terpopuler
- 4 Mobil Sedan Bekas di Bawah 30 Juta Mudah Dirawat, Performa Juara!
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- Bupati Mempawah Lantik 25 Pejabat, Berikut Nama-namanya
- 4 Rekomendasi HP Murah Layar AMOLED dengan Baterai Jumbo Terbaik Januari 2025
- Stargazer vs Xpander: 10 Fakta Penentu MPV 7 Seater Paling Layak Dibeli
Pilihan
Terkini
-
Condovilla, Pilihan Hunian Baru Anak Kota yang Nyaman dan Punya Nilai Lebih
-
5 Rekomendasi Sepatu dengan Bantalan Empuk, Cocok untuk Lansia Nyeri Lutut
-
Lansia Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Cek Rekomendasi yang Empuk Anti Nyeri Sendi
-
5 Bedak Padat Mengandung SPF, Lindungi Wajah dari Bahaya Fatal Sinar UV
-
CPNS 2026 Dibuka Kapan? Simak Informasi Terkini dan Prediksi Jadwalnya.
-
5 Salep Pereda Nyeri Sendi di Apotek, Cocok untuk Lansia yang Sering Sakit Lutut
-
5 Rekomendasi Panci Presto Anti Lengket dan Hemat Gas, Harga Terjangkau
-
5 Bedak Translucent yang Bagus dan Murah untuk Mengunci Makeup dengan Sempurna
-
Urutan Skincare Pagi dan Malam untuk Flek Hitam Usia 50-an, Harga Murah Meriah
-
5 Sepatu Gunung Lokal yang Lebih Murah dari Salomon, Kualitas Tak Kalah Premium