Suara.com - Seiring dengan perkembangan teknologi digital, ancaman dari orang yang tidak bertanggung jawab juga semakin besar. Tidak sedikit kabar seorang yang mengalami penipuan atau akun media sosialnya dibobol.
Hal ini terjadi karena kesadaran tentan keamanan di dunia digital masyarakat di Indonesia masyarakat Indonesia.
Keberagaman media sosial tidak diiringi dengan perbedaan akun. Pengguna umumnya hanya menggunakan satu email untuk masuk ke seluruh media sosial yang dimilikinya. Password yang digunakan pun tidak berbeda.
Founder - Komisaris Lenere Business Suite, Eko Prasetyo menilai, penggunaan password yang kuat menjadi salah satu kunci keamanan digital. Pengguna media sosial sebaiknya menggunakan password yang berbeda untuk setiap akun.
“Cukup tiga atau empat pasword saja yang dihapalkan. Kita pakai bergantian selama kombinasinya baik,” katanya saat webinar Makin Cakap Digital 2022, beberapa waktu lalu.
Password yang baik, lanjut dia, harus panjang dan memiliki kombinasi karakter (angka, huruf besar-kecil, tanda baca, dan simbol). Pengguna media sosial juga diimbau tidak menggunakan sesuatu yang berhubungan dengan data pribadi pada password.
"Upayakan juga mengganti password secara berkala,” ujar Eko.
Dia menilai, kesulitan menghapal menjadi salah satu alasan pengguna media sosial menggunakan satu password untuk setiap akun. Menurut dia, cara termudah untuk mengingat adalah membuat password menjadi kata-kata.
Webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk Kelompok Masyarakat Wilayah Jawa Timur, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Siber Kreasi. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety, dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.
Dalam paparannya, Anggota RTIK Kota Surabaya William S Mendrofa membahas bahaya phising dalam dunia digital. Dia mengimbau pengguna media sosial tidak tergiur tawaran hadiah hingga lowongan pekerjaan dalam bentuk link.
Baca Juga: Viral Tampilan Kulkas Mirip ATM Saldo 1 T, Warganet: Hampir Disamper Dirjen Pajak
“Kita harus pastikan lebih dulu informasi lowongan itu jelas, misalnya informasi siapa yang membuka lowongan. Kita juga harus mewaspadai, biasanya lowongan palsu itu meminta bayaran uang. Jadi ketika dimintai uang, bisa jadi itu adalah lowongan palsu,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
30 Ucapan Hari Waisak 2026 Singkat Penuh Makna, Lengkap Link Twibbon dan Poster Siap Pakai
-
3 Shio Paling Beruntung Selama 1-7 Juni 2026, Hidup Diprediksi akan Lebih Baik
-
25 Link Poster Ucapan Hari Raya Waisak 2026 Gratis, Bisa Langsung Download dan Dibagikan
-
Qurban Era Digital: Bagaimana Teknologi Mengubah Tradisi Idul Adha di ASEAN
-
Lebih dari Sekadar Kurban, Iduladha Juga Mengajarkan Arti Kepedulian
-
Energi Ceria Khas Brasil Hadir dalam Koleksi Sandal Penuh Warna
-
Apa Arti Mimpi Kecebur Sungai atau Got? Ini Penjelasannya Menurut Primbon Jawa
-
4 Shio Diprediksi Paling Hoki Besok 31 Mei 2026, Akhir Bulan Hidup Makin Tenang
-
Tren Fashion Polkadot Comeback! Motif Retro Kembali Digandrungi Gen Z dan Ibu Muda
-
5 Rekomendasi Moisturizer untuk Jerawat Mendem, Ampuh Redakan Peradangan