Suara.com - Merasa bangga atas diri sendiri atas suatu pencapaian tentu merupakan hal yang wajar. Namun tentu saja, perasaan ini tetap harus diberi batasan dan jangan sampai menjadi berlebihan hingga overproud.
Istilah overproud baru-baru ini ramai digunakan, khususnya di media sosial kepada seseorang yang terlalu membanggakan dirinya. Entah atas dasar status ekonomi, prestasi, atau paras.
Ketika rasa bangga tersebut masih dalam batas normal, hal itu akan mendorong orang lain atau diri sendiri termotivasi menjadi lebih baik. Namun ketika seseorang sudah terjebak dalam overproud mereka justru cenderung sombong hingga merendahkan orang lain yang tentu saja bukan merupakan sikap yang baik.
Dilansir dari laman the free dictionary, overproud adalah situasi di mana seseorang terlalu bangga atas dirinya sendiri. Namun hal ini juga bisa terjadi ketika seseorang dibanggakan terlalu berlebihan. Contohnya ketika orang tua membanggakan anaknya terlalu berlebihan.
Sama halnya dengan sesuatu yang berlebihan lainnya, overproud akan membawa dampak buruk yang justru akan menghambat seseorang untuk berkembang.
Berikut dampak buruk overproud yang perlu Anda hindari
1. Menghambat untuk Berkembang
Sikap overproud pada dasarnya membuat seseorang cepat puas, karena ia merasa telah mencapai suatu hal yang hebat.
Baca Juga: Google Didenda Rp 1,7 Triliun Akibat Diskriminasi Gender ke Pekerja Perempuan
Dengan begitu, overproud akan membuat kita menolak kritikan yang bersifat membangun karena merasa telah melakukan yang terbaik.
2. Menciptakan Diskriminasi
Seseorang yang memandang dirinya superior cenderung akan memandang orang lain atau sesuatu menjadi lebih rendah. Sikap diskriminasi ini tentu akan membuat hubungan Anda dengan orang-orang sekitar menjadi renggang.
3. Menciptakan Star Syndrom
Dampak buruk dari overproud selanjutnya adalah star syndrom. Kondisi ini membuat kita merasa berhak sombong pada orang lain.
Dengan begini, tentu saja akan membuat Anda menciptakan jarak dengan orang-orang sekitar, tidak terkecuali rekan kerja dan teman-teman.
Merasa bangga atas pencapaian diri sendiri atau sesuatu hal yang kita kagumi tentu wajar untuk dilakukan. Namun tentu saja semua itu harus tetap dalam batasan dan tidak mengganggu orang-orang sekitar. Semoga setelah mengetahui arti overproud dan dampak buruknya pada diri kita sendiri, kita terhindar dari sifat tersebut.
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Purbaya: Peran Kemenkeu Bukan Hanya Bagi-bagi Anggaran
-
Modal Rp300 Ribuan! Ini 5 Sepatu Lari Lokal Terbaik untuk Pemula
-
Investor RI Mulai Lirik Saham AS, Transaksi Aktif Melonjak 6 Kali Lipat
-
Disidang Hari Ini, Peran Gus Yaqut di Korupsi Haji Bakal Dibongkar Jaksa KPK
-
Bea Cukai Kalbagbar Gagalkan Penyelundupan 2,7 Juta Rokok Ilegal
-
Rembulan Tenggelam di Wajahmu: Perjalanan Menemukan Makna TakdirdanKehidupan
-
5 Zodiak yang Paling Setia dan Cocok Dijadikan Pasangan Seumur Hidup, Kamu Termasuk?
-
Harga Emas Meroket! Perak Ikut Melesat Tajam di Tengah Badai Pasar Global
-
Pemerintah Siapkan Tiga Skema Pembayaran PPPK di Daerah, Pastikan Tak Ada yang Dirumahkan
-
7 Cara Membersihkan Rice Cooker yang Benar agar Tidak Bau dan Tetap Awet