Suara.com - Baru-baru ini Taiwan dikabarkan menolak produk mi instan Indonesia. Otoritas Badan Makanan dan Obat-obatan Taiwan (FDA) menahan kapal pengangkut mi instan Indonesia lantaran ada dugaan kandungan residu pestisida yang melebihi ambang batas.
Tak hanya produk Indonesia, ternyata Taiwan juga menolak produk mi instan dari negara lain. Berikut sejumlah fakta terkait Taiwan menolak produk mi instan Indonesia.
1. Lebih dari 4.000 kg Produk Mi Instan Indonesia Disita
Taiwan Food and Drug Administration telah menyita lebih dari 4.000 kg mi instan asal Indonesia, Filipina, dan Jepang. Taiwan Food and Drug Administration telah menemukan dugaan pelanggaran impor pangan. Hal ini karena adanya bahan yang melebihi ambang batas pangan yang aman bagi Taiwan Food and Drug Administration.
2. Kandungan Residu Pestisida Melebihi Batas
Sebanyak 19 kapal pengiriman ditolak oleh Taiwan Food and Drug Administration lantaran diduga mengandung residu pestisida. Residu pestisida ini sebenarnya jika sesuai ambang batas akan aman. Akan tetapi, kali ini kandungan residu pestisida mi instan tersebut diduga melebihi ambang batas sehingga ditolak. Hal tersebut termasuk dengan tujuh pengiriman mi instan dengan berat total 4 ton atau 4.431,96 kilogram.
3. Mi Instan yang ditolak
Produk mi instan asal Indonesia yang ditolak, yakni Mie Sedaapkemasan cup. Dalam kemasan pangan mie tersebut juga dikabarkan ada kandungan kadar etilen oksida yang berlebihan.
"Di antara kapal niaga yang ditolak masuk tersebut mengangkut 4.074,4 kilogram Mie Sedap dari Indonesia kemasan cup dan 327,6 kilogram Lucky Me dari Filipina kemasan cup yang semuanya diimpor oleh ELOM Group Company dari Taiwan," demikian FDA dikutip Kantor Berita CNA, Selasa (5/7/2022).
4. Tak Hanya Produk Indonesia
Taiwan Food and Drug Administration juga menolak beberapa produk mi dari Jepang dan Filipina. Alasannya pun sama yakni memiliki residu pestisida di atas ambang batas. Selain itu, ada produk Best Camellia Oil dari China dan teh celup Queen Victoria dari Australia yang ditolak.
5. Peningkatan Persentase Sampel Pemeriksaan
Taiwan Food and Drug Administration pun akhirnya meminta petugas bea cukai untuk meningkatkan persentase sampel pemeriksaan makanan impor dari Indonesia yang semula 5 hingga 10 persen, kini menjadi sekitar 20 persen untuk menjaga keamanan produk yang masuk ke Taiwan.
Kontributor : Annisa Fianni Sisma
Berita Terkait
-
Pesan Presiden Jokowi untuk Penggemar Mi Instan: Harganya Bisa Naik!
-
10 Mi Instan Terbaik di Dunia Tahun 2022 ala Ramen Rater, Indonesia Urutan Berapa?
-
10 Peringkat Mi Instan Cup Dengan Rasa Tebaik di Dunia, Indonesia Nomor Berapa?
-
Heboh Mi Instan Asal Indonesia Dilarang Beredar di Taiwan karena Dianggap Mengandung Residu Pestisida
-
Heboh! Mi Instan Asal Indonesia Dilarang Masuk ke Taiwan, Apa Penjelasannya?
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement