Suara.com - Menatap bintang atau stargazing merupakan kegiatan melihat hamparan bintang di angkasa. Meski terdengar klise, itu bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan bersama pasangan.
menatap bintang bisa menjadi gestur kasih sayang dan rasa syukur karena telah saling dipertemukan. Bukan hanya karena pemandangannya yang cantik, menatap bintang juga bisa membuat pasangan betah berduaan.
Nah, jika kamu ingin tahu di mana saja tempat atau lokasi menatap bintang terbaik di Indonesia, yuk simak daftarnya seperti yang telah Suara.com rangkum berikut ini!
1. Gunung Prau
Gunung Prau atau Gunung Prahu terletak di dataran tinggi Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah. Gunung Prau memiliki tinggi 2.565 mdpl dan dikenal sebagai gunung yang relatif mudah dijangkau.
Di puncak Gunung Prau, kamu bisa memasang tenda dan membuang waktu dengan menatap ribuan bintang di langit bersama pasangan.
2. Gunung Bromo
Pemandangan langit jernih Gunung Bromo sudah pasti masuk daftar lima tempat romantis menatap bintang. Di sana, kamu dapat melihat langit dengan taburan bintang yang luar biasa jernih.
Gunung Bromo juga dikenal sebagai spot menanti sunrise yang fenomenal. Jadi boleh banget nih, menantap bintang sembari menunggu matahari pagi yang menenangkan.
3. Ranu Kumbolo
Ranu Kumbolo merupakan sebuah danau yang terletak di dalam Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur, Indonesia.
Ranu Kumbolo juga menjadi spot berkemah paling populer di Gunung Semeru. Dengan bentangan cakrawala yang begitu luas, tidak heran kalau Ranu Kumbolo bisa dijadikan spot menatap bintang.
Baca Juga: 3 Tanda Pasangan Sudah Lelah Menghadapi Sikapmu
4. Pulau Hoga
Pulau Hoga merupaka salah satu pulau di gugusan kepulauan tukang Besi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Pulau Hoga dikenal sebagai salah satu wisata bawah laut terindah di Dunia.
Tapi bukan hanya itu, pulau yang terletak di Timur Pulau Kaledupa ini juga dapat dijadikan spot menatap bintang paling ciamik. Kalau kesempatan datang ke sini, jangan lupa setting kameramu sebaik mungkin untuk mendapat foto Galaksi Bimasakti yang super indah itu ya!
5. Desa Wae Rebo
Wae Rebo merupakan sebuah kampung tradisional yang terletak di dusun terpencil di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Berada di ketinggian 1000 mdpl, tak heran jika Wae Rebo terkenal dengan sebutan kampung di atas awan.
Dari julukannya saja sudah dapat ditebak, bagaimana mungkin ini tidak masuk daftar lokasi sempurna menatap bintang, ya kan?
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
9 Rekomendasi Lipstik Murah Terbaik untuk Bibir Hitam, Mulai Rp20 Ribu
-
Di Tengah Ketidakpastian Global, Generasi Muda Dipanggil Menjadi Pembawa Perubahan
-
6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
-
Trading Itu Keterampilan, Bukan Tebak-Tebakan: Pesan Inspiratif Cenli Yani untuk Trader Pemula
-
8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
-
5 Tips Feng Shui Kompor Dapur Pembawa Rezeki, Hindari Menghadap ke Area Ini
-
5 Shio yang Bawa Keberuntungan di Awal Bulan Juli 2026, Rezeki, Karier, dan Cinta Makin Bersinar
-
Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
-
4 Rekomendasi Sampo untuk Menyuburkan Rambut, Dilengkapi Kandungan dan Manfaatnya
-
Apa Ciri Sepatu Running? Panduan Lengkap Memilih Sepatu Lari yang Tepat